Share ke media
Wisata

Bersinergi Membangun Wisata Kaltim di Focus Group Discussion Bersama AnNur

14 Jun 2018 10:00:28103 Dibaca
No Photo
Photo : dari kiri ke kanan - Rizal Effendi, Andi Sofyan Hasdam, Hetifah Sjaifudian - Acara : Focus Group Discussion bersama AnNur, Hotel Selyca Mulia, Samarinda - Senin, 11 Juni 2018.

DigitalNews.id - Membangun sektor keperiwisataan di Kaltim sebagai pengganti Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan dari indutri sektor pertambangan dan perkebunan. Demikian thema diskusi yang diusung dalam Focus Group Discussion bersama AnNur, Senin, 11 Juni 2018. Menghadirkan organisasi, komunitas grup hingga civitas kampus di Samarinda yang peduli terhadap sektor kepariwisataan. Pertemuan digelar untuk mendengarkan suara dan pemikiran, berdiskusi dalam rangka bersinergi untuk menjadikan sektor Pariwisata sebagai andalan dalam penopang ekonomi Kaltim.  

Dalam acara yang digagas Wakil Ketua Bidang Pariwisata AMPG Kaltim, Awang Muhammad Jumri beserta Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian ini menghadirkan Cagub dan Cawagub Kaltim nomor urut 1, Andi Sofyan Hasdam dan Rizal Effendi sebagai pemateri. 

Dalam kesempatannya, Sofyan menyampaikan, Kaltim memiliki sangat banyak objek (destinasi) wisata. Dari sepuluh Kabupaten/Kota di kaltim memiliki khas destinasi wisata. Yang menurut dia sangat potensial dalam rangka menarik para wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara (wisman). “Berbicara destinasi, Kaltim ini dari ujung ke ujungnya memiliki tempat wisata. Saya yakin jika kita mampu bersinergi dalam membangunnya, kepariwisataan bakal mampu menopang ekonomi kita yang sedang defisit karena ketergantungan dengan pertambangan dan perkebunan,” ungkapnya. 

Seperti diketahui, paslon ini memang kerap kali mempromosikan sektor kepariwisataan kaltim. Lebih lanjut, ia menuturkan kendala utama Kaltim ini justru faktor pendukungnya. Seperti akses jalan, infrastruktur, akomodasi serta yang tak kalah pentingnya sumber daya manusia (SDM) di sektor kepariwisataan. 

Hingga saat ini, dari 59 ribu wisman yang datang ke Kaltim sebagian besar hanya berkunjung ke destinasi yang dirasa telah siap saja, seperti Kepulauan Derawan dan wisata Orang utan di Balikpapan dan Sangatta.  Mayoritas, wisman hanya sampai Balikpapan saja. Dari 59 ribu, sekitar 20 ribunya ke Berau,” katanya. 

Selain itu, Rizal menambahkan, kurangnya promosi destinasi di Kaltim mempengaruhi jumlah wisatawan yang mau berkunjung. “Mulai sekarang, kita juga harus fokus untuk mengiklankan destinasi wisata yang kita punya. Kan banyak sekali yang bisa kita lakukan,” tambahnya. 

Namun, lanjutnya, hal itu terkenadala kesiapan destinasi wisata itu sendiri. Pun, dalam kesiapannya, pemerintah memiliki kendala anggaran yang terus dikurangi setiap tahunnya untuk kepariwisataan. Benar saja, anggaran kepariwisataan yang disediakan dari APBD Kaltim tahun 2017 sebesar 12 miliar menyusut menjadi 4 miliar di tahun 2018. “Sekarang apa yg mau diiklankan? Kami berkomitmen, untuk menumbuhkan ekonomi Kaltim adalah pariwisata,” tegasnya. *(Rbs)