Share ke media
Populer

Berubahlah sebelum sesal itu datang

23 Nov 2018 11:00:3454 Dibaca
No Photo
Gambar Ilustrasi : https://ramadhani1897.files.wordpress.com/2014/11/orang-tua-dan-anak1.jpg (Inset : Penulis - Ratna Munjiah, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan)

Penyesalan selalu terjadi di belakang, seperti itulah memang alurnya, dan penyesalan itu bisa terjadi pada setiap individu. Betapa penyesalan itu kadang menuai tangis air mata dan kesedihan yang entah sampai kapan akan berakhir. 

Roda kehidupan selalu berputar dan perjalanan, pergantian waktu hari kehari semakin singkat, dulu balita tak terasa sekarang sudah dewasa, dulu status sebagai anak sekarang sudah berubah menjadi orang tua, pada saat menjadi orang tua, terkadang di waktu itulah baru didapati kesadaran, bahwa dulu sewaktu masih menjadi anak, terlalu banyak kekurangan dan kesalahan yang dibuat terhadap orang tua. 

Perselisihan yang terjadi terhadap orang tua bukan sekali dua kali bahkan mungkin tak terhitung. Ya Allah ampuni dosa kami. Banyak kisah yang terlalui. Menjadi sebuah catatan berharga, bahwasanya sejelek apapun orang tua kita, sejelek apapun sikap orang tua kita terkhusus ibu, beliau tetaplah ibu kita, orang yang pernah mengandung, menyusui, membesarkan dan mengurus kita dari kecil hingga besar seperti saat ini. 

Namun disadari tidak disadari, perselisihan kerap terjadi di antara anak dengan orang tua, mungkin saat ini saat kita sudah sama-sama dewasa saat semua hal sudah kita bisa usahakan sendiri saat hidup kita sudah tidak bergantung lagi dengannya, karena kita sudah mandiri, beliau tetaplah ibu kita. 

Orang pertama yang selalu ada di waktu kecil dulu kita menangis, orang pertama yang selalu siap sedia saat kita mengeluh dan merengek meminta sesuatu, orang yang selalu rela ngga makan asal perut anak-anaknya kenyang, orang yang rela tidurnya ngga nyenyak demi mengurus anaknya, orang yang selalu merawat saat kita sakit, orang yang selalu punya segudang maaf setiap kali kita melakukan kesalahan-kesalahan yang mungkin sering kali kita ulangi. 

Jadi jangan sampai emosi, rasa marah, rasa kesal kita, mengalahkan kewajiban kita untuk selalu berbakti kepadanya dalam kondisi apapun. Roda kehidupan selalu berputar. 

Kalau dulu saatnya kita yang selalu ingin beliau mengerti, mungkin saat ini Allah menguji kita untuk bertukar posisi untuk bisa selalu berusaha mengerti dan memahami kekurangan orangtua kita. Dan mungkin ujian ini belum seberapa kalau mau kita bandingkan dengan orang lain yang mungkin punya orangtua yang lebih banyak kekurangannya dibandingkan ibu kita. 

Dan InsyaAllah Allah akan membalas kesabaran itu dengan surga-Nya Insyaallah Aamiin Allahumma Aamiin. Karena sesungguhnya Allah telah mengatur bagaimana seharusnya sikap kita terhadap orang tua kita, Allah berfirman dalam Surat Al-Isra ayat 23-24: “Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut di sisimu maka janganlah katakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya”(Al-Isra:23) *(Red/dr)

Penulis / Kontributor

Ratna Munjiah (Pemerhati Sosial Kemasyarakatan)