Share ke media
Fashion

Borneo Chic: Menjaga Hutan lewat Produk Kerajinan Nonkayu (1)

13 Mar 2018 10:17:14108 Dibaca
No Photo
Borneo Chic: Menjaga Hutan lewat Produk Kerajinan Nonkayu (1)

Dari pedalaman menuju perkotaan. Dari kerajinan tangan pinggiran menjadi incaran masyarakat urban.

Sepenggal rima itu adalah Borneo Chic—sebuah merek tas karya masyarakat Dayak—Kalimantan—yang meretas jalan menembus pangsa nasional.

Lewat program lima Lembaga Swadaya Masyarakat, inisiasi Borneo Chic dimulakan dari Jaringan Crat Kalimantan.

Mereka adalah Non-Timber Forest Product-Exchange Programme for South and Southheast Asia (NTFP-EP), Riak Bumi, Yayasan Dian Tama, Koperasi Jasa Menenun Mandiri, dan Yayasan Petak Danum.

Lima LSM ini merupakan sosok di balik menggeliatnya perkembangan potensi lokal masyarakat Dayak seperti anyaman, tenun, hingga madu. Dilakoni sejak 2008, Borneo Chic diluncurkan saat Inacraft Award pada 2010.

Niken Mayangsari, Business Manager Borneo Chic mengatakan, dalam pemberdayaan itu, Jaringan Craft Kalimantan tak sekadar berupaya melestarikan kerajinan tradisional.

Anggota NTFP-EP ini menyatakan, usaha mereka juga meyakinkan masyarakat Dayak agar selalu menjaga hutan.

Cara paling efektif menjaga kelestarian lingkungan, kata Niken, adalah dengan membuat masyarakat yang tinggal di sekitar hutan merasa ketergantungan dengan lingkungan sekitar mereka.

Manfaat yang diberikan hutan ke kehidupan inilah yang kemudian membuat masyarakat Dayak melindungi hutan tersebut.

“Kalau masyarakat Dayak mendapat manfaat dari segi ekonomi, otomatis mereka akan lebih melindungi hutan yang menjadi sumber penghasilan mereka,” ujarnya.

Jaringan Craft Kalimantan menekankan bagaimana masyarakat Dayak bisa menghasilkan produk ekonomis dari belantara Kalimantan tanpa harus menebang pohon-pohon di sana.

“Kami banyak advokasi dari produk-produk kayunya, seperti illegal logging, moratorium, dan sebagainya. Tidak hanya NTFO-EP, tetapi semua LSM yang tergabung dalam Jaringan Craft Kalimantan juga menginisiasi membuat produk yang tidak menggunakan bahan dasar kayu,” paparnya.

Makanya, lanjut Niken, Jaringan Craft Kalimantan fokus pada pelbagai produk kerajinan tangan seperti anyaman rotan dan tenun yang menjadi khas Kalimantan.

Menariknya, produk tas dan clutch dengan desain modern dikembangkan. “Kami bersama masyarakat Dayak juga mengembangkan madu dari Kalimantan untuk produk kecantikan,” tutupnya. (*)