Share ke media
Politik

Calon Kepala Daerah Se Kaltim di Undang ke DPP Golkar

07 Apr 2024 10:56:461508 Dibaca
No Photo
foto harum dan husni

Jakarta - DPP Partai GOLKAR melalui Surat bernomor: Sund-359/GOLKAR/IV/2024 dengan perihal Undangan menghadiri acara Silaturahmi dan pengarahan Ketua Umum DPP Partai GOLKAR kepada Bakal Calon Kepala Daerah/Bakal Calon Wakil Kepala Daerah kader Partai GOLKAR.

Khusus untuk Kaltim berdasarkan lampiran surat undangan DPP Partai Golkar kepada bakal calon kepala daerah diketahui bahwa Rudy Mas’ud sebagai bakal calon Gubernur Kaltim, Syarifatul Sya’diah sebagai bakal calon Bupati Berau, Ahmad Syaiful Acong sebagai bakal calon Bupati Kutai Barat, untuk Kutai Kartanegara ada dua nama yakni Hasanudin Mas’ud dan Muhammad Husni Fahruddin yang diundang sebagai bakal calon Bupati Kutai Kartanegara.

Selanjutnya, Kasmidi Bulang sebagai bakal calon Bupati Kutai Timur, Yohanes Avun sebagai bakal calon Bupati Mahakam Ulu, Syarifah Masitah Assegaf sebagai bakal calon Bupati Paser, Andi Harahap sebagai bakal calon Bupati Penajam Paser Utara, Rahmad Mas’ud sebagai bakal calon Walikota Balikpapan, Andi Faisal Sofyan Hasdam sebagai bakal calon Walikota Bontang dan terakhir dr. Adi Satya Andi Saputra sebagai bakal calon Walikota Samarinda.

Didalam surat menjelaskan bahwa kegiatan tersebut adalah Silaturahmi dan pengarahan Ketua Umum DPP Partai GOLKAR kepada Bakal Calon Kepala Daerah/Bakal Calon Wakil Kepala Daerah kader Partai GOLKAR tahun 2024. Dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 April 2024 mulai jam 15.00 WIB s.d. selesai. (dilanjutkan dengan buka puasa bersama), bertempat di Ballroom, It. 2 Grha GOLKAR, Kantor DPP Partai GOLKAR Jalan Anggrek Neli Murni XI AKemanggisan - Jakarta Barat.

Melalui sambungan telpon, Dr. Muhammad Husni Fahruddin Sekretaris Golkar Kaltim menjelaskan, “Para Calon Kepala Daerah (Calon Gubernur, Calon Bupati dan Calon Walikota) ini di undang ke Jakarta untuk mendapatkan pengarahan dari Ketua Umum Partai Golkar Bapak Airlangga Hartarto agar setiap calon kepala daerah siap memenangkan pilkada di setiap daerah masing-masing secara terukur sehingga di targetkan Partai Golkar dapat memenangkan minimal 60% secara nasional.”

Ditambahkannya, “DPP Partai Golkar menginstruksikan kepada setiap Calon Kepala Daerah agar memfasilitasi dan menggunakan lembaga survei yang kredibel dan yang telah di tetapkan oleh DPP Partai Golkar, jadi nanti Survei ini di laksanakan sebanyak 3 kali, dengan lembaga survei yang berbeda di seluruh Indonesia termasuk untuk Pilgub, Pilbup dan Pilwali se Kaltim, survei pertama di laksanakan sekitar tanggal 15 April 2024, survei kedua di laksanakan di akhir bulan Juni dan survei ketiga di awal bulan agustus 2024, hasil lembaga survei ini yang kemudian menjadi salah satu indikator penting untuk melalukan monitoring dan evaluasi terkait calon kepala daerah, agar dapat meraih kemenangan yang signifikan di daerahnya masing-masing,” terang Ayub sapaan Muhammad Husni Fahruddin yang juga di jadikan bakal calon Bupati di Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Nanti kita akan buatkan surat instruksi kepada masing-masing calon kepala daerah untuk memaksimalkan kerja-kerja politiknya, melakukan sosialisasi masif, menjalankan mesin partai termasuk sukarelawan dan simpatisan Partai Golkar agar dapat saling bekerjasama dan solid dalam memenangkan pilkada tahun 2024, tentu saja bagi anggota DPRD terpilih harus siap mundur apabila ingin menjadi kepala daerah atau kepala daerah, harus siap lahir dan batin,” tegas Ayub.

Digitalnews mempertanyakan siapa saja nama-nama calon wakil Gubernur dan calon-calon wakil bupati dan walikota dari Partai Golkar se Kaltim, Ayub menjelaskan bahwa “Nama-nama calon wakil yang potensial sudah masuk dalam list partai, nanti akan di bahas lebih lanjut di internal partai, khusus daerah yang bisa mengusung sendiri (20% dari kursi keseluruhan) tanpa berkoalisi akan lebih mudah seperti Kaltim dengan 15 kursi, Balikpapan 16 kursi, Kutai Kartanegara 9 kursi, Kutai Barat 5 kursi dan Bontang 7 kursi, namun untuk daerah yang harus berkoalisi maka perlu kehati-hatian dan strategi jitu agar tidak salah dalam memilih nama calon wakil dan partai koalisi”. (Red/Ar)