Share ke media
Politik

Ditendang dari Golkar Kaltim, Abrianto: Saya telah di Dzolimi.

11 Jul 2018 09:00:352337 Dibaca
No Photo
Photo Latar : Abrianto Amin (lingkaran Merah) ditengah-tengah kader Partai Golkar, (Iset : M. Husni Fahruddin alias Ayub, salah seorang Anggota Timsel Pencalegan Partai Golkar Kaltim yang juga Ketua DPD AMPG Kaltim)

DigitalNews.id - Tenggarong - Pasca beredarnya kabar yang menyebutkan bahwa Abrianto Amin tidak diakomodir dalam daftar calon legislatif DPRD Kaltim dapil IV Kabupaten Kutai Kartanegara, akhirnya terjawab sudah. 

Baca juga : Satu lagi kader potensial Golkar Kaltim, terancam gagal nyaleg

Menjawab pertanyaan DigitalNews, Benarkah Abri (Abrianto Amin sering di panggil) tidak lolos pencalegan dari partai Golkar, Ketua AMPG Kaltim Muhammad Husni Fahruddin yang sering disapa ayub, menjelaskan, ”saya memohon kepada beliau jangan percaya dengan kabar burung tersebut, untuk itu saya meminta beliau agar melakukan konfirmasi langsung dengan plt ketua Golkar Kaltim Mukhtaruddin, sekretaris Golkar Kaltim Abdul Kadir dan Ketua Harian Makmur, kalau perlu langsung dengan Ketua Umum Airlangga saat kemarin berada di Balikpapan, dan saya sempat mempertemukan bang abri dengan kanda makmur untuk menyelesaikan persoalan tersebut”.  ditambahkannya “Saya sudah bantu membicarakan masalah bang abri ini dengan plt ketua Mukhtaruddin dan dijawab beliau bahwa menyerahkan segala sesuatunya dengan timsel DPD I untuk penyaringan, kemudian dengan kanda Makmur juga dijawab beliau insya Allah akan menyelesaikan permasalahan tersebut”, ujar Ayub. 

Baca juga : Sofyan Hasdam hengkang ke NasDem

Dari pantauan media ini, saat rapat terakhir tim seleksi (timsel) yang dihadiri antara lain Abdul Kadir, Sarkowi V Zahri, Hatta Zainal, Diah Mawardah, Abdurahman Alhasnie, Bahrid Buseng dan Abrianto Amin telah menetapkan dan memutuskan nama-nama yang telah final dan disetujui oleh seluruh timsel sebagai daftar calon sementara (DCs) 100%, termasuk untuk caleg DPRD Provinsi Kaltim daerah pemilihan IV Kabupaten Kutai Kartanegara dengan salah satu nama caleg Abrianto Amin. Nama-nama tersebut akan dibawa timsel ke DPP Golkar untuk disetujui sebagai Daftar Pemilih Tetap (DCT). 

Sebagaimana dimaklumi bahwa, Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD RI pada 21 September 2018 – 23 September 2018. Serta pengumuman DCT Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota 21 September 2018 – 23 September 2018. 

Ketika dikonfirmasi, Abrianto menjelaskan mengenai ketidaklolosannya dalam daftar caleg, ,”saya hadir dalam rapat timsel terakhir karena saya anggota timsel, kami memastikan 100% caleg yang kita fix kan untuk dibawa ke Jakarta (DPP Golkar), dan nama saya jelas tertulis didaftar tersebut yang disaksikan Mursidi Muslim, Sarkowi, Diah Mawardah, Bahrid Buseng, Abdul Kadir, Habib (Abdurahman Alhasnie), nah saat sampai di DPP nama saya menghilang dan digantikan dengan Isnaini”. Lanjutnya, ”saya sudah menyampaikan permasalahan saya dengan pak makmur, beliau akan membantu menyelesaikannya, saya sudah berkomunikasi dengan plt ketua Mukhtaruddin dan beliau menyerahkan ke mekanisme timsel, saya sudah ke Ayub dan Ayub langsung membawa saya diskusi dengan pak Makmur, namun yang saya heran, sampai saat ini saya tidak bisa bertemu bahkan berkomunikasi dengan sekretaris (Abdul Kadir), saya WA tidak di balas, saya telpon tidak diangkat, ada apa ini, janganlah bermain dan mengambil manfaat di tengah penderitaan orang lain, saya harus dapat kepastian, ini menyangkut hidup saya, karier politik yang telah saya bangun, kalau tidak ada kepastian, ya nanti membuat saya tidak bisa mencalegkan diri saya, kalau bisa caleg ya di sampaikan, kalau tidak bisa caleg ya disampaikan juga, sehingga saya bisa tempuh cara yang tepat untuk karier politik saya,” tegas Abrianto. “Kalau saya sudah dianggap tidak berguna bagi Golkar Kaltim, maka saya siap untuk mundur, biarlah Allah swt yang membalas pendzoliman terhadap jerih payah saya selama ini dalam membesarkan Golkar di Benua Etam, masih banyak ruang pengabdian dan perjuangan saya bagi masyarakat Kaltim, bagi bangsa dan negara ini”, tutup abrianto dengan nada keras. *(red/A/dr)