Share ke media
Hukum

Gempur Meminta Kepada Kejati Kaltim Percepat Proses Kasus Penyertaan Modal Pada Perusda AUJ Kota Bontang

14 Feb 2020 02:35:07704 Dibaca
No Photo
Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Gabungan Mahasiswa Peduli Uang Rakyat (Gempur) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor kejati kaltim.

SAMARINDA|  Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Gabungan Mahasiswa Peduli Uang Rakyat (Gempur) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor kejati kaltim.

Dalam aksinya mahasiswa menyerukan kepada kejaksaan agar mempercepat proses penanganan kasus penyertaan modal pada Perusda AUJ kota Bontang yang tersangkanya telah ditahan oleh Kejaksaan.

Aksis yang berlangsung sekitar satu jam tersebut dikawal ketat oleh aparat kepolisian yang terdiri dari personel polres kota samarinda hingga Polsek Samarinda Sebrang.

Koordinator Aksi, Nazar mengatakan kedatangan mereka dalam rangkan mempertanyakan perkembangan penanganan kasus Perusda AUJ Kota bontang.

“Kami ingin mempertanyakan sejauh mana sudah penanganan kasus penyertaan modal pada perusda AUJ Bontang, dan berapa orang yang sudah dipanggil oleh penyidik,” urai Nazar saat berorasi didepan kantor Kejati Kaltim, jalan bung tomo, Samarinda Sebrang pada, Kamis (13/2/2020)

Selain melakukan orasi, sebagaian anggota aksi membagikan selebaran yang berisi uraian dan tuntutan mereka ke pengguna jalan.

Setelah selesai melakukan orasi, Mahasiswa langsung ditemui oleh Kasipenkumham Kejati Kaltim, Abdul Faried di depan kantor Kejati.

Abdul Faried mengatakan ini masalah waktu saja, siapapun yang terlibat didalamnya akan dimintai keterangan.

“Kami serius menangani kasus tersebut, siapapun yang terlibat didalamnya kami sudah mintai keterangan, saat ini rekan-rekan saya di Pidsus masih bekerja,” terang Faried saat menemui massa aksi.

Sebelum habis massa penahanan, perkara yang sedang ditangani pasti akan naik.

“Siapa yang akan terlibat didalamnya kita akan lihat nanti. Nanti rekan-rekan lihat di pengadilan seperti pada, Dendi (tersangka) buka-bukaan seperti apa akan terbukti semuanya. Kami dari Kejaksaan Tinggi tidak ada niat memperlambat,” tambah Faried.

Setelah melakukan aksi, mahasiswa menyerahkan data tambahan terkait kasus Perusda AUJ dan berkas tersebut langsung diterima oleh Abdul Faried selaku Kasipenkumham Kejati Kaltim. 

(Hr)