Share ke media
Hukum

HMI Kukar Minta Penegak Hukum Tegas Dalam Menidak Tambang Ilegal

23 Jun 2020 04:00:11307 Dibaca
No Photo
Mursid Mubarak Ketua Cabang HMI Kukar

KUKARHimpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutai Kartanegara (Kukar) meminta kepada para penegak hukum agar bertindak tegas dalam menidak aktifitas tambang ilegal di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Mursid Mubarak Ketua Cabang HMI Kukar mengatakan persoalan yang ditimbulkan pertambangan itu bukan saja rusaknya lahan pertanian akibat pertambangan, terjadinya banjir lumpur. Tetapi juga pengunaan jalan umum untuk hauling batu bara juga dilakukan secara terang-terangan.

“Kami menghimbau kepada para penegak hukum agar bersikap tegas dalam melakukan penindakan. Kami juga himbau kepada masyarakat agar menyadari bahwa tambang ini keuntunganya hanya jangka pendek tertapi dampak negatifnya berkepanjangan,”ungkapnnya saat dikonfirmasi, Senin (22/06/20)

Bicara tambang kata dia, baik legal ataupun ilegal jelas merusak lingkungan, yang legal aja sudah merusak apalagi ilegal. Yang legal, jelas ada mekanismenya, tetapi yang ilegal sudah pasti ugal ugalan.

Aktifitas tambang liar di Kukar, juga persoalan lingkunga yang ditimbulkanya tidak sulit diendus. Mursid Mubarak mengatakan, pihaknya banyak menerima keluhan itu dari berbagai masyarakat di Kecamatan di Kukar.

Laporan aktifitas tambang ilegal yang mereka terima diantaranya ada di Tenggarong Sebrang, di Kecamatan Sebulu, di Desa Beloro juga ada kata dia.

Jelas, banyaknya aktiftas tambang ilegal bukan lagi rahasia umum, sejumlah instansi pemerintah pun mengakuinya. Tetapi tidak ada efek jera bagi para penambang liar itu. Pihak yang berkepentingan seolah menutup mata dan saling lempar tanggung jawab.

“Kami mengamati, ini terkesan ada pembiaran para penegak hukum, asumsi kita begini, barangkali ada timbal balik dari perusahaan. Secara hukum itu jelas melanggar,”ucapnya.

Namun begitu dirinya mengakui, bicara soal tambang ilegal ini serba dilematis. Menurutnya banyak pihak juga yang mengambil keuntungan dari itu. Justrsu kata dia, yang beking juga banyak.

“bagi kita, mengusut itu memang dilema, tetapi pada posisi lain ada juga masyrakat yang mengeluhkan itu,”ucap Mursid Mubarak

(Jr/*)