Share ke media
Opini Publik

ISLAM MERUPAKAN SUPPORT SISTEM UNTUK KESEJAHTERAAN PETANI

26 Dec 2023 02:48:45118 Dibaca
No Photo
Ilustrasi Gambar : fossei.org - SISTEM EKONOMI ISLAM MEWUJUDKAN MAKNA HAKIKI KESEJAHTERAAN PETANI - 15 September 2017

Samarinda - Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, menggenjot peningkatan kesejahteraan petani di daerah berjuluk Benuo Taka itu, salah satunya dengan memperkuat penyuluh pertanian yang dibekali berbagai pengetahuan. Program pemerintah kabupaten, menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Rozihan Asward di Penajam, Kamis, harus mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.

Para petani, lanjutnya, telah memberikan kontribusi besar terhadap pemerintah kebutuhan pangan masyarakat Penajam sehingga kesejahteraan petani juga harus menjadi perhatian. Rozihan mengatakan penyuluh pertanian di lapangan sangat berperan dalam pendampingan kepada petani. Para penyuluh perlu memiliki kompetensi pengetahuan yang mumpuni dalam bidang pertanian.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memberikan bekal penyuluh pertanian dengan berbagai pelatihan guna peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Namun, pelatihan untuk para penyuluh itu tidak terbatas hanya bidang pertanian saja, tapi juga motivasi spiritual dan keterampilan berkomunikasi.

Kemudian, penyuluh pertanian menularkan ilmu pengetahuan kepada para petani, terutama terkait teknologi pertanian, dengan menyambangi kelompok-kelompok petani. Rozihan meminta para penyuluh pertanian bukan saja hanya memberikan pendampingan dan pengetahuan kepada petani, melainkan menjadi pemicu perubahan perilaku petani. 

Ia menyatakan, meski produksi pangan di Kukar melimpah baik tanaman pangan, hortikultura, peternakan, maupun perikanan laut dan darat, namun pemkab setempat terus menggenjot produksi karena mulai tahun depan tingkat kebutuhan pangan pasti meningkat seiring kepindahan IKN.  Jika pemerintah bersungguh-sungguh ingin menyejahterakan petani maka tidak cukup dibekali hanya dengan penyuluhan dan pengetahuan. Tapi harus ada support sistem yang penuh mulai dari bantuan hingga ke distribusi/pemasaran yg adil. 

Selain itu petani juga butuh dukungan kebijakan yang berpihak pada petani bukan oligarki dan para kapital. Nyatanya sistem kapitalisme membuat petani dan sistem pertanian kurang diminati, lumbung pangan dan ketahanan pangan hanya mimpi. Sebabnya kerusakan yang diakibatkan oleh sistem kapitalisme memiliki efek domino yang berkepanjangan di segala aspek, yang berakhir dengan kezaliman dan kesusahan rakyat. Mau membuat forum dan program apapun untuk menyolusi, jika kapitalis masih bernaung, tetap tidak akan memberikan kesejahteraan.

Maka dari itu untuk mewujudkan akses pangan yang sehat dan berkeadilan kita mebutuhkan paradigma dan tata kelola pertanian yang fundamental, yakni dengan tata kelola seluruh aspek kehidupan yang berasas pada prinsip keadilan dan keseimbangan. Kuncinya hanya sistem Islam yang mampu mewujudkan prinsip tersebut.

Sistem Islam mempunyai mekanisme dan support sistem untuk menyejahterakan masyarakat, termasuk bekerja bagi laki-laki sebagai petani dan pekerjaan lainnya. Islam mampu mewujudkan kedaulatan pangan, kebijakannya pun berpihak pada petani lokal sehingga menjadi bagian dari pendapatan negara. Selain itu kekayaan SDAE dikelola sendiri sehingga mengurangi dampak kerusakan alam yg berakibat pada terganggunya sektor pertanian. Islam juga memiliki seperangkat aturan yang super lengkap. Dalam problem pangan khususnya, Islam membangun ketahanan dan kemandirian pangan dengan mengoptimalkan pertanian sebagai lumbung pangan negara.

Tata kelola pangan dalam Islam mempunyai sejumlah strategi jitu

Pertama, meningkatkan produktivitas lahan yang tersedia, serta penyediaan saprodi. Berbagai sarana pertanian dengan teknologi mutakhir dapat dilakukan dengan mengoptimalkan tanah mati sebagai lahan.

Kedua, distribusi yang adil dan merata. Islam melarang praktek kecurangan, penimbunan dan monopoli pasar, termasuk kartal yang diharamkan dalam Islam. Praktek perdagangan seperti ini hanya menguntungkan para pengusaha karena mereka bebas mempermainkan harga.

Ketiga, mengutamakan kebutuhan dalam negeri, yaitu tidak sembarang melakukan ekspor sebelum pasokan pangan dalam negeri tercukupi.

Petani dalam Islam posisinya sangat krusial, sebab di tangan merekalah pasokan pangan terpenuhi.

Peran penting inilah yang menjadikan negara khilafah akan menyejahterakan kehidupan para petani dengan kemandirian dan ketahanan pangan berbasis syariah kaffah, serta akses pangan yang berkeadilan dan terjamin. 

Wallahu a’lam.

OLEH : HERLINA (PEMERHATI MASALAH SOSIAL)