Share ke media
Keagamaan

Kajian Subuh bersama Prof. Dr. KH. Hambali, MM.,MA

08 Jul 2018 08:00:3599 Dibaca
No Photo
(Inset : Prof. Dr. KH. Hambali, MM.,MA) Latar Photo bersama Ketua Umum Takmir MAPS (Drs. H. Syafruddin, MM) dan sebagian Jamaah MAPS, selepas Tausiah/Kajian Rutin Subuh, Ahad (08/07/2018)

DigitalNews.id – Samarinda -  Subuh, Ahad, 08/07/2018, ditengah-tengah jemaah Masjid Agung Pelita Samarinda (MAPS), hadir al-mukarrom Prof. Dr. KH. Hambali, MM.,MA, guru besar Ma’had Aly Baiturrahman Bandung, yang juga Mantan Dekan Fakultas Ilmu Syariah Universitas Sultan Abdulrahman, Pontianak, jauh-jauh datang dari Jakarta dalam rangka memenuhi undangan Halal Bi Halal masyarakat Kaltim di Ballroom Hotel Bumi Senyiur Samarinda (Ahad Dan Senin,  08-09 /07/2018).

Subuh ini menyempatkan hadir di MAPS, selain bersilaturahim dengan para jemaah dan takmir MAPS sekaligus dalam kesempatan tersebut berkenan mengisi tausiah/kajian rutin setiap ba’da Sholat Subuh secara berjemaah. 

Seakan tak mau kalah dengan Ketua Umum Takmir MAPS Drs. H. Syafruddin, MM yang menutup sambutannya dengan berpantun, “Bukan Kacang sembarang kacang, Kacang terlihat sepasang mata, Aku datang bukan sembarang datang, Aku Datang untuk jemaah Masjid Agung Pelita” begitu salah satu bunyi pantun pembuka yang disampaikan Al-Ustadz KH.Hambali,  mengawali tausiahnya. 

Dengan gaya kocak dan ringan Al-Ustadz KH.Hambali, seolah ingin menyegarkan ingatan kita bahwa bulan suci Ramadhan 1439 H baru saja berlalu dan bulan syawal hanya tinggal 5 hari lagi, sesungguhnya Ramadhan adalah bulan latihan agar pada 11 bulan kemudian kita akan bertambah sukses dalam mengarungi bahtera kehidupan. “Kalau dianalogikan seperti Mike Tyson sang petinju legendaris, sebelum bertanding, dia berlatih dengan keras beberapa bulan sebelum pertandingan, malah menyiapkan sparing partner, dan setelah itu akan terjadi peningkatan kwalitas pada jeb, upercut, langkah semakin lincah, betulah seharusnya kita setelah ramadhan,” Ditambahkannya “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini, jika hari ini sama seperti hari kemarin, sesungguhnya kita merugi, apabila hari ini lebih jelek dari hari kemarin, sesungguhnya kita celaka,” begitu antara lain diungkapkan oleh Sahabat kental Alm. KH. Zainuddin MZ ini. (Red/dr)