Share ke media
Populer

Menjelang Idul Adha tahun ini Barang Pokok akan mengalami peningkatan harga. Begini Komentar Komisi II DPRD Kaltim

31 Jul 2019 09:30:581202 Dibaca
No Photo

Samarinda - Menjelang momen Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, masyarakat sebagai konsumen pasar tentu akan meningkat, seperti tiap tahunnya pada perayaan hari-hari besar tentu mengalami kenaikan harga barang pokok, daging sapi, daging kambing dan barang pokok lainnya.

Pada setiap tahunnya hal ini merupakan meningkatnya permintaan Konsumen pada bahan pokok menjelang perayaan momen Idul Adha nanti. Peningkatan harga bahan pokok tersebut kerap kali menjadi suasana pasar menjelangnya.

Terutama pada momen Idul Adha yang di yakini masyarakat umat beragama Muslim merupakan hari Raya Qurban dimana perayaan hari besar tersebut harus melakukan Qurban atau pemotongan terhadap hewan ternak.

Biasanya masyarakat melakukan pemotongan hewan ternak seperti kambing dan sapi yang tentunya akan mengalami peningkatan harga yang signifikan.

Melihat hal tersebut Awak media meminta komentar Ketua komisi II Edy Kurniawan Bidang Keuangan dan Ekonomi DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada selasa, (30/07/2019) di kantor DPRD Kaltim Jalan Karang Paci Kota Samarinda.

Menjawab pertanyaan awak media, Edi mengatakan bahwa kenaikan harga untuk barang pokok tidak berpengaruh terhadap perayaan idul Adha tahun ini.

“harga pasti stabil untuk Idul Adha. Mungkin ada yang mengalami kenaikan, ada juga mengalami penurunan,” kata Edy.

Edy juga memaparkan kenaikan harga akan dialami untuk pembelian hewan daging sapi. Harga normal 1 ekor sapi sekitar Rp 15 juta. Namun, mendekati Idul Adha, harga 1 ekor sapi sekitar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta.

“Untuk Hewan korban harganya akan naik, namun daging sapi yang di pasar pasti mengalami penurunan,” imbuh politisi PDIP ini.

Lebih lanjut Edy Komisi II DPRD Kaltim ini menambahkan, “Komisi II belum ada rencana turun kelapangan untuk melakukan pengecekan secara langsung, belum ada rencana sama sekali, Kami masih fokus kepada pembahasan APBD Perubahan dan APBD Murni,”  tutupnya. (red/ar)