Share ke media
Populer

Menteri LHK: Pembangunan IKN Harus Memperhatikan Perlindungan Lingkungan

20 Dec 2019 01:09:16246 Dibaca
No Photo
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar saat mendampingi presiden Jokowi meninjau lokasi ibukota negara

PPU - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengungkapkan bahwa pembangunan Ibukota Negara (IKN) akan menggabungkan konsep smart city dan forest city. 

“Olehnya itu, untuk pembangunan kedepan harus memperhatikan pemulihan dan perlindungan lingkungan,”kata Menteri Siti pada, Selasa (17/12/19) saat melakukan kunjungan kerja dilokasi IKN.

Siti Nurbaya menyampaikan, saat ini KLHK sedang mendalami langkah-langkah mencari kebijakan yang tepat untuk tujuan tersebut, Yakni dengan tetap menjaga habitat, terutama Orangutan dan Bekantan, Serta pemulihan lingkungan vegetasi alam dan penanganan bekas tambang.

Tidak hanya itu, bahkan Pemerintah berencana akan membangun kebun bibit persemaian modern di areal seluas 120 hektare, dengan produksi bibit paling sedikit 15 juta batang per tahun. Dimulai 2020 mendatang.

“Untuk membangun gagasan besar ini, segala sesuatunya harus dipersiapkan, terutama pada bagian tugas kami di KLHK, yaitu aspek lingkungan,” ucap Siti Nurbaya.

Menteri Siti Nurbaya menyampaikan, pihaknya telah melakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk menjadi dasar penyusunan master plan IKN. Nantinya dalam RTRW akan memberi pengaruh dalam Kebijakan Rencana dan Program (KRP), berdasarkan kondisi lapangan dan peraturan-peraturan yang ada.

“Sambil terus dilakukan juga rehabilitasi hutan dan lahan yang proses pengerjaannya dimasukkan dalam kerangka waktu (time frame) yang sama,” paparnya.

Di lapangan, kata Menteri Siti Nurbaya, Presiden Jokowi telah menegaskan bahwa kondisi ke depannya, untuk eks Hutan Tanaman industri harus dijaga dan ditata dalam bentuk mozaik tanaman yang hijau dan cukup baik.

Artinya, ada pohon-pohon fast growing  karena eks HTI, tapi juga dikombinasi pohon kayu keras dan lokal yang berumur panjang. Seperti kayu keras ulin, terutama ditanam di bagian-bagian lembah atau flood plain dan teras sungai.

“Tempat yang baik dan indah juga harus dibangun dengan teknik konstruksi yang harus sangat ramah lingkungan, minimal cut and filled serta serta dijaga habitat satwa sebaik mungkin, diatur dengan teknik-teknik green infrastructure,” pungkas Siti.


(Arm/*)