Share ke media
Populer

Merasa Dipersulit Dalam Pencairan Deposito, Nasabah Somasi Bank Syariah Bukopin Cabang Samarinda

19 Jun 2020 11:00:001206 Dibaca
No Photo
Nasabah mengeluhkan layanan dari Bank Syariah Bukopin Cabang Samarinda karena kesulitan menarik tabungan berupa Deposito berjangka

SAMARINDA - Nasabah mengeluhkan layanan dari Bank Syariah Bukopin Cabang Samarinda karena kesulitan menarik tabungan berupa Deposito berjangka pada Bank tersebut.

Kuasa hukum salah satu nasabah, H. Yasir berharap agar dana dari klienya itu segera dicairkan karena merupakan haknya. Klienya kata dia bukan dalam posisi untuk meminjam, sehingga tidak perlu dipersulit.

“Klien saya dalam posisi ingin menarik tabungan deposito, bukan meminjam,”ungkap H. Yasir, pada Kamis (18/6/2020).

Yasir menjelaskan, disana ada dua bayet deposito yang tersimpan. Dalam perjanjian tersebut, pihaknya mau mengambil Deposito berjangka kurang lebih satu bulan. Disebutnya bahwa, apabila Deposito tersebut dicairkan sebelum jatuh tempo maka pihak bank bisa mencairkan dana tersebut akan tetapi dari pihak nasabah deposito akan mendapatkan biaya pinalti.

Kami sampaikan itu tidak masalah karena kami hanya ingin pihak bank membantu untuk mencarikan solusi terkait permasalahan pembayara gaji karyawan klien kami dan pembayaran lain,”terangnya.

Alhasil, dalam perkembanganya, tabungan berupa Deposito itu tak kunjung dicairkan. Yasir mengatakan, Pihak Bank beralasan harus mendapatkan persetujuan dari kantor pusat dan terdapat peraturan baru yakni tidak dapat menarik dana tersebut sebelum jatuh tempo.

Tidak sampai disitu, upaya terus dilakukan, kata Yasir pihaknya mencoba konfirmasi beberapa kali hingga memohon kepada Bank agar dibantu. 

“Tapi mereka selalu memberikan jawaban bahwa kami tidak bisa karena ini semua keputusan pusat. Nah kami mepertanyakan pada saat itu apakah Bank ini sedang dalam kondisi bermasalah namun mereka menjelaskan pada kami, bahwa kami tau bapak ingin menarik dana ini karena bapak termakan oleh isu negatif mengenai permasalahan bank kami,” jelasnya.

Terlepas dari isu permasalahan yang sedang dialami oleh Bank Syariah Bukopin, namun pihak Yaser menegaskan pihak bank sebelumnya menjamin akan mencairkan dana tersebut 100 persen sesuai dengan jatuh tempo. Namun setelah menunggu sekitar dua minggu tagiha pertama dicairkan oleh pihak bank sementara tagihan kedua yang bermasalah.

“Jadi tagihan ke dua itu jatuh temponya per tanggal 5, seharusnya kalau mereka menjanjikan hal yang sama maka tanggal 5 bulan ini cair tapi pada faktanya pada tanggal 5 hanya dicairkan sebagian saja bahkan presentasinya sangat kecil dari deposito yang kami anggap belum menutupi secara keseluruhan,” bebernya.

Yasir mengaku bahwa pihaknya sudah menanyakan terkait pembayaran kepada pihak bank. Lagi-lagi mendapatkan jawaban serupa dari bank bahwa hal tersebut merupakan regulasi dari pusat.

“Kami mencoba mengkonfirmasi hal tersebut kami datang lagi ke Bank untuk meminta kenapa pihaknya mendapat perlakuan seperti itu namun kami tetap mendapat jawaban yang sama bahwa mereka tidak bisa mengambil keputusan, kami nilai mereka seperti ingin melepaskan diri dari masalah ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknya bertanya apakah Bank Syariah Bukopin sedang mengalami masalah, namun pihak bank menegaskan bahwa bank tidak dalam posisi bermaslah.

“Kami bukan ingin kredit, kami bukan sebagai nasabah yang punya utang tapi kami hanya menagih dana kami dan seharus pihak bank menempati janjinya,” lanjutnya.

Dengan adanya permasalahan tersebut pihaknya telah resmi melayangka Somasi kepada bank syariah bukopin cabang Samarinda.

“Kami telah melayangkan somasi. Kami berupaya membantu pihak manajemen bank syariah bukopin cabang Samarinda untuk menyampaikan bahwasanya ini terjadi masalah terhadap dana nasabah dan pihak bank segera menyelesaikan masalah ini,” tutupnya.

Dari semua informasi itu, media ini mencoba menyambangi kantor Bank Bukopin cabang Samarinda untuk konfirmasi perihal itu. Namun dari pihak Bank enggan memberikan komentar.

(fran/*)