Share ke media
Populer

Mualamat LKK Terhadap Oknum Ormas Yang Melakukan Aksi Premanisme

11 May 2020 09:00:392619 Dibaca
No Photo
Foto: Keluarga Besar Laskar Kebangkitan Kutai (LKK)

Tenggarong - Kukar. Baru-baru ini (9/5/2020) masyarakat di Samarinda di hebohkan dengan beredarnya video pendek di berbagai media sosial yang memperlihatkan aksi anarkis dengan gaya premanisme yang dilakukan oleh sebuah ormas.

Gerombolan oknum Ormas tersebut mendatangi Kantor PT. Putra Tanjung untuk menagih hutang tender proyek pembangunan perpustakaan dan pengecatan.

Kedatangan ormas tersebut diiringi dengan pengerusakan dan menantang petugas dengan mengacungkan senjata tajam, yang terjadi tepatnya Jalan Tantina Kota Samarinda Kalimantan Timur.

Dengan tegas dan terukur, akhirnya petugas kepolisian dapat melumpuhkan mereka, setelah diperiksa secara intensif, gerombolan tersebut, sebanyak 13 dari 49 orang terbukti dipastikan positif narkoba.

Menyikapi kejadian tersebut, maka Ormas Laskar Kebangkitan Kutai (LKK) sangat prihatin dan menyayangkan terjadinya tindakan yang sangat meresahkan masyarakat tersebut, apalagi ormas tersebut menggunakan klaim sebagai Suku Kutai dan bagian dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Atas dasar tersebut maka dewan kesepuhan dan dewan pengurus LKK menyampaikan mualamat dalam siaran persnya.  Adapun mualamat tersebut adalah:

Mualamat Laskar Kebangkitan Kutai (LKK):

Mualamat bagi seluruh anggota LKK di 10 Kabupaten dan Kota se Kalimantan Timur, menyikapi beredarnya kabar tentang sekelompok orang yang mengatasnamakan Suku Kutai dalam melakukan kegiatan menggunakan cara-cara premanisme dan terduga memakai narkoba, dan saat ini sedang di tahan di Polres samarinda yang menyebabkan keresahan di berbagai kalangan masyarakat akibat sering bersinggungan dengan kelompok tersebut, bahkan memberikan stigma negatif dengan organisasi kemasyarakatan daerah khususnya suku Kutai.

Menyikapi hal tersebut, maka LKK menyampaikan muamalat dari keroan Kutai yang terhimpun di dalam ormas LKK, yakni:

  1. Bahwa Suku Kutai sebagai putra daerah di “bumi etam” memiliki karakter yang santun, beradat, berbudaya dan bermartabat;
  2. Bahwa Suku Kutai memiliki Undang-undang Panji Selaten, sebagaimana yang terjeli didalamnya menyebutkan pemimpin khususnya masyarakat suku Kutai agar jangan durhaka dengan tanah dan rakyat Kutai, taat dengan adat yang diadatkan didalam negerinya dan teluk rantaunya;
  3. Bahwa semenjak LKK berdiri pada tahun 2006, selalu mengangkat harkat dan derajat masyarakat Kutai, terutama membudayakan secara luas adat dan kebudayaan Kutai serta memperkenalkan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai sejarah kebudayaan dan peradaban di Indonesia;
  4. Bahwa LKK sebagai tuan rumah di benua etam seyogyanya akan selalu berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kalimantan Timur;
  5. Bahwa LKK sebagai organisasi kedaerahan yang terdiri dari masyarakat Kutai, mendukung upaya dan langkah Kepolisian Republik Indonesia untuk tegas dalam tindakan dan penegakan hukum terhadap kelompok atau ormas yang melakukan perbuatan tindak pidana yang disertai aksi-aksi premanisme;
  6. Bahwa LKK meminta kepada organisasi kedaerahan khususnya keroan Kutai dan seluruh anggota LKK untuk tidak terprovokasi, dikarenakan berkembangnya isu-isu yang menyatakan sekelompok orang yang ditangkap dan ditahan oleh Polres Samarinda tersebut adalah kerabat kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, namun Faktanya adalah Kesultanan Kutai Kartanegara tidak pernah terlibat ataupun merestui perbuatan dan tindakan yang berpotensi melawan hukum dan meresahkan masyarakat, sehingga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk melakukan proses hukum;
  7. Bahwa LKK mewakili masyarakat Kutai, memohon maaf kepada seluruh masyarakat yang selama ini merasakan dampak dari tingkah laku dan perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku dan mengatasnamakan suku Kutai dengan melakukan aksi melawan hukum seperti kejadian di Samarinda beberapa waktu yang lalu;
  8. Bahwa LKK mewarkahkan keseluruh keroan Kutai agar kembali ke jati diri urang Kutai yang cinta damai, simpatik, berempati, beretika, beradat budaya dan saling tolong menolong diantara sesama tanpa memandang SARA;
  9. Bahwa LKK mempersiarkan kepada seluruh masyarakat Kutai di Bulan Ramadhan ini agar bersandingan bahu, bergugur-gunung, bergotong royong bersama-sama dengan pemerintah untuk berjuang melawan wabah Covid-19, agar kehidupan bangsa ini kembali normal dan dapat menjadi bangsa yang paripurna di dunia.

Kuda putih dari Seberang Negeri…. Di tunggang raja dari Tenggarong…. Marilah etam bermawas diri…. Menjadi masyarakat Kutai yang saling tolong-menolong dan bergotong-royong…. 

Demikian mualamat ini kami siarkan, demi kemashalatan masyarakat Kaltim khususnya masyarakat Kutai dan LKK. Wasalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh.

Yang Membuat Mualamat, 

Dewan Kesepuhan LKK: Adji Deck gelar Adji Pangeran Hario Atmo Kesumo; Adji Belly gelar Adji Pangeran Haryo Yudho Putro

Dewan Pengurus LKK: Adji Edo gelar Adji Raden Ario Tebak (Ketua LKK); M Husni Fahruddin Ayub (Sekjend LKK) (Red/Ar)