Share ke media
Politik

Musda Golkar Kaltim Dimungkinkan Aklamasi, Ketua AMPG Kaltim: Itu Penting Untuk Kesolidan

12 Mar 2020 07:46:23892 Dibaca
No Photo
Ketua AMPG Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin

SAMARINDA| Dinamika politik ditubuh Golkar Kaltim kian memuncak jelang pelaksaan Musyawarah Daerah Golkar Kaltim. Setelah dua kali diundur, akhirnya disepakati Musda akan dilaksanakan pada tanggal 14-15 Maret 2020.

Jelang pelaksanaannya, dikabarkan sejumlah pemilik suara menggelar pertemuan bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar beberapa waktu lalu.

Namun begitu, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin mengatakan bahwa pertemuan diluar arena Musda bukan keputusan yang final.

Dalam Musda kata pria yang akrab disapa Ayub ini, bisa saja terjadi aklamasi, voting atau musyawarah mufakat. Tetapi dirinya menilai bahwa pelaksanaan secara aklamasi itu suatu keharusan.

“Menuju aklamasi itu penting dan harus, karena ini bisa menyolidkan,”ungkapnya saat dikonfirmasi Rabu (11/03/20).

Ia mencontohkan bahwa dari 18 provinsi yang telah menggelar Musda, 17 daerah diantaranya dilaksanakan secara aklamasi.

Menurutnya Golkar punya kebijakan bahwa semua perbedaan harus mampu menyatukan diri dalam arena Musda untuk musyawarah mufakat.

Dalam pertemuan sejumlah pemilik suara kala itu kata Ayub telah sepakat dengan sejumlah indikator syarat bagi pucuk pimpinan partai Golkar di Kaltim.

Pertama bahwa calon ketua harus yang memiliki regenerasi, selain itu ada rekonsoliasi yang dapat menyatukan perbedaan di tubuh Golkar, kemudian memiliki lompatan yang luar biasa dalam artian dia harus bisa menjamin kemenangan Golkar sebanyak 60 % pada 9 kabupaten kota yang ada di Kaltim pada Pilkada 2020 ini.

“Kenapa itu dilakukan karena Golkar menginginkan bahwa yang menjadi ketua adalah orang yang mampu membuat Golkar besar yang ada di ibukota negara ini nantinya,”urainya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dari sejumlah indikator itu telah mengerucut pada satu nama dari sejumlah bakal calon yang telah mendaftarkan diri.

“Sudah mengerucut dan Rudi Mas’ud siap berkomitmen untuk hal tersebut,”ucapnya

Dirinya mengaku bahwa sejumlah Pemilik suara sudah menyepakati sejumlah indikator itu dan akan terejewantakan pada saat pandangan umum saat Musda nantinya.

Ditegaskan Ayub bahwa itu bukanlah intervensi dari DPP, tetapi DPP dalam posisi menengahi dan menyatukan perbedaan pendapat setiap pemilik suara.

“Dalam merumuskan kriteria itu juga berdasarkan kebutuhan dan kondisi yang ada di DPD Golkar,”sebutnya.


(Jr)