Share ke media
Politik

Musda Golkar Kaltim Sudah Siap Digelar, Abdulrahman: Kesepakatan Final Adanya Di Musda

12 Mar 2020 01:12:03493 Dibaca
No Photo
Wakil ketua OC Abdulrahman Alhasani (kemeja hitam) saat memandu rapat internal penyelenggara Musda Golkar Kaltim

SAMARINDA| Usai sudah tarik ulur pelaksaan Musyawarah Daerah (Musda) partai Golkar Kaltim. Musda yang sempat dua kali diundur itu akhirnya disepakati akan digelar pada akhir pekan ini, Sabtu tanggal 14-15 Maret 2020, di hotel Swiss bell kota Samarinda.

Wakil ketua OC Abdulrahman Alhasani memastikan bahwa setiap peserta sudah berada disekitar lokasi Musda pada Sabtu sore.

“Hari Sabtu (14/03) sore itu peserta sudah datang dan malamnya sudah dikakukan pembukaan, disitu langsung dihelat rapat pleno pertama yaitu pembacaan tata tertib Musda,”urainya dikonfirmasi, Rabu (11/03/20).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Musda kemudian dilanjut esok hari untuk pembahasan pleno pleno lanjutan. Dijadwalkan pada minggu sore itu pelaksanaan Musda sudah selesai sehingga pada malam harinya sudah penutupan.

Abdulrahman memastikan gelaran Musda tidak lagi diundur. Pasalnya jadwal ini merupakan permintaan dari DPP Partai Golkar.

Diundurnya gelaran Musda partai berlambang pohon beringin ini kata dia karena masih ada beberapa hal yang belum selesai sehingga DPP minta untuk ditunda.

Seperti halnya wakil ketua DPP yang telah dijadwalkan untuk hadir di Musda Golkar Kaltim tetapi berbenturan agenda dengan daerah lain.

“Inya Allah tidak lagi dimundurkan karena jadwalya juga sudah disepkati bersama DPP,iya semogalah tidak ada lagi perubahan"sebutnya.

Saat disinggung mengenai kesepakatan yang dibangun sejumlah kader diluar gelaran Musda, Dirinya menegaskan bahwa yang namanya kesepakatan final hanya ada dalam Musda.

“Saya pikir yang namanya kesepakatan itu ada di Musda, kalau ada kesepakatan diluar dari pelaksanaan Musda itu bukan kesepakatan namanya,”tegas Abdulrahman.

Namun begitu dirinya tidak menampik, bila komunikasi itu dibangun setiap calon kata dia itu merupakan hak priogratif setiap kader.

“Iya kita tidak membatasi hak Priogratif setiap calon ketua, jika mereka membangun komukasi kepada DPP. Tetapi yang namanya keputusan final itu adanya dalam Musda,”imbuhnya.

(Jr)