Share ke media
Pendidikan

Pahamkan Anak Aktivitas Faedah Bukan Unfaedah

17 Sep 2018 10:00:2059 Dibaca
No Photo
Photo Ilustrasi dari Laman Islam Kafah dalam artikel "Peran Ibu dalam pendidikan anak-anaknya sangatlah penting, Terbit 4 Mei 2017.

Disadari atau tidak, sebagai ibu terkadang kita lalai serta kurang mencermati apa saja aktivitas anak-anak dikesehariannya. Sebagai seorang ibu tugas dan tanggung jawab kita untuk mengarahkan dan membimbing anak agar melakukan kegiatan yang bermanfaat. Seharusnya sejak dini kita telah mengajak anak untuk membuat jadwal aktivitas keseharian mereka. 

Akibat kelalaian ini sering kita melihat anak-anak ikut-ikutan trend, yang membuat anak lebih konsumtif. Seiring dengan perkembangan teknologi, maka anak-anak pun semakin fasih menggunakan berbagai perangkat komunikasi. 

Perkembangan teknologi selalu memunculkan dua sisi, memberikan dampak yang baik, tetapi juga terdapat dampak negatif yang harus diwaspadai, seperti dua sisi mata uang yang saling berdekatan satu sama lain bagi anak. 

Tak ada kata terlambat untuk mengajak anak melakuan aktivitas yang bermanfaat dikeseharian mereka.  Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah saw bersabda:  “Diantara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat“ (HR. Tirmidzi). 

Banyak cara agar aktivitas keseharian anak bermafaat, dengan mengenalkan anak pada cerita atau kisah-kisah nabi dan para sahabat, kisah inspiratif yang semuanya menanamkan nilai ketauhitan. 

Selektiflah dalam membelikan buku cerita yang tidak mengandung nilai akidah, karena banyak buku yang beredar lebih kepada unsur mitos, pluralisme, liberalisme dll. Sibukan anak dengan aktivitas diluar rumah dengan menimba ilmu serta kegiatan mengaji diwaktu luangnya. 

Ibu sebagai madrasah utama yang menanamkan pendidikan Aqidah bagi anak, dan mengajarkan anak tentangnya syariat islam, memilihkan lingkungan dan teman yang baik. Agar kelak menjadi penerus generasi Islami. 

Tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak mereka. Baik buruknya nasib umat kelak, bergantung pada kondisi anak-anak sekarang, agar kelak menjadi pemuda Islam dalam menegakan dan mempertahankan syariat Islam sehingga dapat membangkitakan kejayaan dan kemajuan Islam.

Ditulis oleh Kontributor : Widiastuty ( Revowriter )