Share ke media
Politik

Pemilu di Kubar: DPT Bertambah, Kondisi Geografis Sulit, dan Masih Kekurangan Logistik

17 Dec 2018 12:00:47123 Dibaca
No Photo
Foto: Sekretaris Daerah Kutai Barat Yakob Tullur

Kutai Barat – Pada Pilgub Kaltim 2018 lalu, Komisi Penyelenggara Pemilu Kutai Barat memperoleh partisipasi hanya 58%. Namun KPU Kubar optimis akan mencapai 70% partisipasi pemilih pada pemilu 2019 mendatang dengan 114.038 daftar pemilih tetap (DPT).

Hal tersebut yang disampaikan oleh  Syamsuniq sebagai Sekertaris KPU Kubar (13/12) lalu. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah menerima logistik pengadaan dari KPU RI serta KPU provinsi. Meskipun masih belum berkesesuaian dengan kebutuhan 509 TPS, yang ada di 190 kampung dan 4 kelurahan yang ada di 16 Kecamatan, Kabupaten Kutai Barat.

Logistik mulai berdatangan masuk ke KPU Kubar sejak November lalu. Pihaknya KPU Kubar sendiri sudah menyiapkan 2 gudang (1 permanen dan 1 sewa) untuk menampung semua logistik yang mulai berdatangan.

Sejak November, logistik yang diadakan KPU RI sudah masuk, yaitu berupa bilik suara, kotak suara, serta tinta.

“Segel kemungkinan minggu ini baru masuk. Sedangkan dari KPU Provinsi, Sampul sudah kami terima,” jelas Syamsuniq Sekertaris KPU Kubar.

Logistik yang di terima KPU Kubar berjumlah 868 bilik suara. Sedangkan kotak suara berjumlah 2711 kotak, dan Tinta berjumlah 1014 buah. Untuk sampul sendiri berjumlah 27.728 buah.

Pada penetapan pleno sebelumnya, diketahui ada penambahan jumlah pemilih dan TPS. Maka jumlah logistik yang diterima saat ini masih kekurangan beberapa logistik yang baru disesuaikan beberapa pekan lalu, hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan pihak sekretaris KPU Kaltim.

“Sebelumnya itu hanya 507 TPS, kemudian saat pemuktahiran bertambah menjadi 509. Jadi banyak kekurangan dari jumlah logistik yang sudah berdatangan hingga sekarang ini. Misal kotak suara kurang 10, lalu bilik suara kurang 215, dan tinta kurang 14 buah. Kami sudah kordinasikan dengan Ibu Riski Kabag di sekretariat provinsi terkait hal ini,” pungkas Syamsuniq.

Untuk menjaga keamanan gudang yang telah disiapkan, dilakukan penjagaan secara ship oleh pihak keamanan Polres Kubar serta keamanan dari KPU sendiri.

Permasalahan ditemukan oleh KPU Kubar dari segi media distribusi ke tingkat kecamatan hingga kampung. Dijelaskan sekertaris KPU Kubar. Ada 3 kecamatan yang punya jarak tempuh dan medan yang rumit hingga memakan biaya yang tinggi.

Samsuniq menjelaskan, pihaknya mengeluhkan pola anggaran yang dilakukan KPU pusat terkait distribusi logistik. Biaya yang dikeluarkan cenderung berdasarkan nilai transaksi di pulau Jawa. Seharusnya KPU pusat membedakan hal tersebut karena setiap daerah mempunyai Medan dan jarak yang berbeda, sehingga beban biaya juga berbeda.

“KPU RI ini sering menggunakan anggaran standar Jawa (Pulau Jawa), sedangkan tarif disini jauh beda. Biaya perjalanan ke kecamatan itu mana cukup kalau 50 ribu. Disini butuh ratusan ribu sekali jalan ke kecamatan,” pungkas Sekretaris KPU Kubar.

Partisipasi yang ditargetkan diangka 70% secara nasional menjadi tantangan sendiri buat Kabupaten Kutai Barat. Dengan target partisipasi diangka 70 % secara nasional jelas menjadi tantangan buat Kabupaten Kutai Barat.

Melalui desk Pemilu Kutai Barat, KPU dan Pemerintah daerah yang diwakili Sekertaris Daerah telah banyak merumuskan evaluasi hingga antisipasi suksesi pemilu nanti.

Menurutnya Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur yang ditemui di ruang kerja Gedung Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (14/12). Angka partisipasi pada 2019 mendatang akan mungkin naik, karena secara politik, setiap kecamatan punya keterwakilannya dalam pesta demokrasi yang di selenggarakan serentak mendatang.

Selain itu, untuk mencegah potensi konflik yang kemungkinan terjadi pada pesta demokrasi 2019 mendatang, pihak Pemda juga berkoordinasi dengan pihak keamanan yaitu Polres, Kodim, serta BIN dan Kesbangpol untuk mengefektifkan pengelolaan informasi kerja Intel.

Tidak hanya itu, Pemda bahkan menyiapkan anggaran untuk fasilitas penunjang pelaksanaan pemilu 2019 yang di kerjakan oleh KPU Kutai Barat.

“Kita sudah siapkan anggaran untuk memfasilitasi kerja KPU Kubar, khususnya kebutuhan transportasi logistik yang cukup besar memakan biaya. Untuk kebutuhan mobil hingga truck pengangkut, kami siapkan biaya sewa untuk meringankan kerja-kerja KPU Kubar,” jelas Yacob Tullur.(Kub/Ard)