Share ke media
Populer

Portal Jembatan Mahkota II Berulang Kali Ditabrak, Ja’ang Sarankan Penabrak Diproses Hukum

03 Dec 2019 09:27:1645 Dibaca
No Photo
Hasil scranshot video kamera pemantau yang memperlihatkan portal saat ditabrak sebuah truk

SAMARINDA- Berulang kali portal jembatan mahkota II Samarinda, Kaltim, ditabrak truk. Terhitung portal itu sudah tujuh kali ditabrak.


Terakhir portal jembatan itu ditabrak pada senin (2/12) malam lalu. Kemudian video melalui kamera pemantau viral setelah beredar dilaman media sosial.


Menanggapi itu, walikota Samarinda, Sjahrie Ja’ang menilai kejadian yang dilakukan dengan sengaja itu tidak bisa dibiarkan.


Dirinya langsung memerintahkan kepada seluruh jajaran Organisasi Lerangkat Daerah (OPD) yang berkaitan dengan itu untuk ditindaklanjuti. Jaang memerintahkan agar permasalahan ini diproses secara hukum.


“Langsung saja dilaporkan ke polisi,” kata Ja’ang Selasa (3/12) siang usai mengecek rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di Command Center Samarinda.


Dirinya juga meminta supaya yang menabrak ini bisa bertanggung jawab. “Harus ganti rugi,” kata Ja’ang.


Bahkan kata orang nomor satu dikota tepian ini, bila perlu plat nomor truk yang menabrak itu bisa dipublikasikan sebagai efek jera baru pelaku agar diketahui masyarakat secara luas.


Ia juga menjelaskan, pemasangan portal pada jembatan yang menghubungkan Kelurahan Simpang Pasir Palaran dengan Kelurahan Sungai Kapih Sambutan itu bukannya tanpa maksud. 


“Memang kapasitas jembatan bernilai milyaran rupiah yang dibangun dengan APBD Kota Samarinda itu sudah cukup memadai. Namun karena belum terdukung akses jalan penghubung yang memadai, sehingga saat ini masih dibatasi khusus kendaraan ringan,” ucapnya.


“Misalkan di Sungai Dama itu kan sering macet. Jadi untuk saat ini belum bisa kita buka untuk semua jenis kendaraan,” sambungnya lagi.


Melihat kerusakan portal yanh rusak akibat ditabrak itu, Jaang memerintahkan agar segera dipasang kembali portal yang lebih kuat. Dirinya menilai agar tidak semua kendaraan bisa melintasi Jembatan Mahkota II.


“Ya, pakai besi yang lebih kuat, yang kira-kira ditarik eksavator juga tidak bergerak,” pungkas Jaang dengan nada bercanda.


(*)