Share ke media
Pendidikan

Rapat senat pemilihan Rektor Unmul, diwarnai keributan

10 Jul 2018 02:00:04957 Dibaca
No Photo
Suasana rapat senat pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Selasa (06/06/18) di gedung serbaguna lantai 4 rektorat, yang diwarnai diwarnai keributan.

DigitalNews.id - Samarinda - Rapat senat terbuka Universitas Mulawarman (UNMUL) dengan agenda penyampaian Visi, Misi dan program Kerja calon Rektor Universitas Mulawarman periode 2018-2022, Berlangsung hari ini Selasa (06/06/18) di gedung serbaguna lantai 4 rektorat,  diwarnai keributan.

Acara yang mulai berlangsung pukul 8.30 , awalnya berjalan baik-baik saja. seperti pada umumnya, acara dimulai dengan pembukaan secara formal, selanjutnya sambutan disampaikan oleh perwakilan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti). 

Kemudian acara dilanjut dengan agenda penyampaian Visi  dan Misi yang di susun berdasarkan abjad nama dari Lima calon Rektor, sehingga dalam hal ini yang pertama menyampaikan visi dan Misi adalah oleh Dr. Drs. H. Asnar , M.si.

Baca jugaProfesor Adam Idris Batal Calon Di Pemilihan Rektor Unmul Demi Visi Universitas

Dalam pantauan media ini, Asnar memulai penyampaian dengan menyampaikan kritik terhadap mekanisme pemilihan Rektor tersebut, dirinya menolak mekanisme pemilihan ditingkat Senat dilaksanakan dengan cara voting atau tertutup. “harusnya pemilihan Rektor ini dilalukan secara musyawarah mufakat, bukan voting,” ucapnya di atas podium.

Tidak hanya itu, bahkan dirinya juga mengkritik Prof Masjaya Rektor Unmul selaku incumbent dari 5 calon Rektor yang terdaftar, pasalnya Masjaya dalam janjinya ketika terpilih sebagai Rektor pada pemilihan periode sebelumnya, tidak akan mengambil posisi sebagai ketua Senat. Namun ternyata selama masa kepemimpinannya (Masjaya) masih memegang jabatan Ketua Senat. 

Asnar sempat di ingatkan untuk fokus pada hanya pada agenda acara yakni penyampaian Visi misi, namun amaran tersebut tidak kunjung di indahkan, sehinga memicu suasana yang sempat memanas. 

Dalam situasi tersebut, sekretaris Senat terpaksa mengambil alih secara langsung sidang pleno. 

Melalui beberapa kesepakatan hasil Rembug pada Pimpinan Senat, langsung diputuskan bahwa Sidang pleno diskorsing selama 2 jam kedepan. Hingga berita ini tayang, sidang pleno masih tertunda dan masih dilalukan loby-loby intensif. (*Red/JR/dr)