Share ke media
Populer

Rasid: Bupati Jangan Hanya Berwacana, Segera Usulkan Alokasi Anggaran Untuk Rakyat Dalam Menghadapi Wabah Corona

02 Apr 2020 08:00:351529 Dibaca
No Photo
Foto: Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid (kabarkukar)

Tenggarong, Kukar - Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid mendesak Bupati  Kutai Kartanegara Edi Damansyah agar jangan hanya berwacana, karena sampai sekarang DPRD Kukar belum mendapatkan usulan rancangan perubahan APBD Kukar 2020 untuk penanganan pandemi covid19 dan pemenuhan secara konkrit kebutuhan dasar masyarakat Kukar.

Efek Peraturan Pemerintah Pusat yang melarang masyarakat untuk beraktifitas di luar rumah demi memutus mata rantai penyebaran Covid19 (Virus Corona), membuat kehidupan masyarakat menjadi semakin sulit hal ini mengisyaratkan Pemerintah Daerah harus segara menyikapi dengan cepat, tepat dan tetap mengikuti aturan hukum yang menaunginya.

Berikut siaran pers yang disampaikan Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid SE, MSi (1/04/2020) dalam menangani pandemi Corona di Kabupaten Kutai Kartanegara:

  1. Selaku pemegang fungsi budgeting dan controlling didaerah, saya bersama seluruh jajaran anggota DPRD perlu kiranya mengingatkan Saudara Bupati Kukar untuk menempuh langkah-langkah koordinatif yang lebih kongkrit lagi;
  2. Penanganan wabah Covid19 ini tidak hanya membutuhkan sentuhan kebijakan normatif, tetapi juga kebijakan politis yang sekaligus kongkrit. Fokus perhatian kita semua tidak boleh hanya terkonsentrasi pada satu titik teknis penanganan. Titik teknis lainnya juga perlu digerakkan agar bentuk bantuan pemerintah daerah lebih komprehensif dan nyata;
  3. Jika memang terdapat rencana kebijakan yang mengharuskan Saudara Bupati Kukar menggerakkan alokasi APBD demi memenuhi kebutuhan para tenaga medis dan warga secara umum, sebaiknya saudara Bupati segera mengajukan rancangan perubahan alokasi anggaran kepada kami di DPRD. Saya kira, ini sudah cukup mendesak sifatnya;
  4. Saya berharap wabah ini segera berlalu 1 atau 2 minggu kedepan, tapi semua kemungkinan terburuk dan opsi-opsi kebijakan penanganannya tetap harus dipersiapkan apabila ternyata wabah ini berlangsung lama sampai 2 hingga 4 bulan mendatang. Jadi harus ada upaya konkret, koordinatif dan konsultatif yg intens;
  5. Saya berharap kepada semua pihak, mari kita lupakan dulu soal Pilkada (politik), kita prioritaskan bantuan kepada rakyat dalam mengatasi corona ini. Apalagi Pemerintah Pusat juga kemungkinan akan mengundurkan jadwal Pilkada tahun ini;
  6. Dalam situasi sekarang, masyarakat perlu kebijakan konkrit, yang berkenaan (bersentuhan) langsung dengan kebutuhan dasar mereka. Wacana (retorika) sudah tidak diperlukan. Masyarakat sedang menunggu action (implementasi kerja) dalam memberikan bantuan untuk meringankan pembiayaan hidup, ketersediaan bahan pangan  (sembako) termasuk kebijakan terkait keringanan biaya listrik, PDAM, internet, iuran kesehatan, pendidikan, kewajiban kredit dan lainnya yang sangat vital;
  7. Saya dan kawan-kawan Anggota DPRD yang lain, siap mendorong percepatan perubahan alokasi APBD demi keperluan warga Kukar. Kami siapkan waktu, siapkan badan/tenaga dan pikiran kami untuk hal mendesak seperti ini. Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan anggaran kita. Anggaran kita cukup besar. Asal untuk kepentingan  dan kesejahteraan masyarakat, saya akan mendukung secara penuh dan saya yakin pasti ada jalannya;
  8. Kita bisa cermati ulang, semua alokasi di struktur anggaran APBD Kukar Tahun 2020. Pasti ada beberapa kegiatan pembangunan fisik maupun program kegiatan lainnya yang tidak urgen sehingga bisa kita geser nilainya atau bahkan kita tunda sekalian pelaksanaannya di tahun-tahun mendatang;
  9. Fokus aksi penangan corona ini juga seharusnya bukan hanya di Tenggarong sebagai pusat pemerintahan. Rumah sakit-rumah sakit serta fasilitas kesehatan pemerintah di kecamatan-kecamatan juga perlu dapat perhatian. Mereka juga adalah pejuang utama;
  10. Saya rasa, tidak perlu terlalu takut disebut ikut-ikutan daerah lain karena ini memang demi kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Problemnya kan memang sama, yakni wabah corona, sehingga perlu percepatan dalam menyikapi persoalan ini.

Terakhir, Abdul Rasid mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada para jurnalis sebagai garda utama untuk memberitakan hal-hal baik yang memberikan rangsangan positif bagi masyarakat di Kutai Kartanegara. (Ar/Red)