Share ke media
Populer

SEORANG OKNUM PEJABAT TERAS BKSDM KUKAR, RAMAI DIPERGUNJINGKAN

12 May 2020 12:00:302806 Dibaca
No Photo
gambar ilustrasi BERITABETA.COM, Namrole

Tenggarong. Ramai dipergunjingkan dan sudah menjadi rahasia umum dikalangan para kontraktor barang dan jasa yang biasa mengikuti proses tender atau lelang kegiatan paket-paket proyek dilingkungan Pemkab. Kukar belakangan ini.

Adalah Rah oknum pejabat teras pada BKSDM Kab. Kukar. disinyalir sebagai orang kepercayaan yang ditugasi untuk mengumpulkan pundi-pundi amunisi dari sektor proyek-proyek di Kukar yang nantinya  digunakan sebagai asupan energi salah seorang Balon Bupati yang akan berlaga pada kontestasi pilkada yang akan datang.

Dikisahkan bahwa dengan kewenangan yang ada padanya, panitia lelang atau biasa disebutnya Pokja pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Setkab. Kukar diintimidasi agar memenangkan jago tertentu, jika tidak diindahkan, mereka tidak diberi kesempatan lagi untuk melelangkan kegiatan, dan bahkan sampai ancaman mutasi.

Terkait hal tersebut, dihubungi lewat telpon selulernya, Denny Ruslan selaku Ketua DPC LAKI Kukar mengatakan, bahwa jika hal yang dipergunjikan tersebut benar, pihaknya sangat menyayangkan, dengan nada tinggi  kepada DigitalNews.id, berujar : ”Hari gini masih ada pihak-pihak yang mengail diair keruh!, itu bukan saja dapat merugikan keuangan negara, tetapi jauh dari itu, merupakan penghianatan terhadap sumpah jabatan” dia (Denny – Red) menambahkan bahwa pihaknya akan menggali informasi dan berusaha keras mengumpulkan bukti-bukti, apabila nantinya cukup bukti dan memenuhi unsur perbuatan yang dapat dipidana, maka LAKI memastikan untuk membawa hal tersebut keranah hukum” pungkasnya.

Sebelum berita ini diturunkan, DigitalNews.id melalui telphone seluler hari ini (selasa,12/05) mengkonfirmasi kepada Rah sebagai pihak yang santer dipergunjikan, membantah keras informasi tersebut.  Ia (Rah) menyakinkan bahwa semua tudingan yang diarahkan kepadanya adalah omong kosong “tidak benar itu“ kata Rah sedikit agak meninggi. Ketika ditanya tentang tekanan dan ancaman mutasi kepada pihak pokja yang tidak mengindahkan arahannya. Rah mengatakan : “itu juga tidak benar, sesuai dengan ketentuan yang ada, saat ini kita tidak diperbolehkan melakukan mutasi”  Ketika DigitalNews.id menanyakan :”bagaimana dengan mutasi staff biasa yang bukan pejabat? Kan tinggal keluarkan saja nota dinas atau kebijakan untuk tidak diberikan kegiatan kepada staff pokja?” Rah menimpali :”tidaklah.. kecuali ybs. melanggar fakta integritas” pungkasnya menutup pembicaraan. (Red/R)