Share ke media
Populer

Sopir Pelat Hitam Dan Transportasi Bandara Bandara Sultan Aji Muhamad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

27 Aug 2018 05:00:4722 Dibaca
No Photo
Photo Ilustrasi Penumpang taksi terlantar di Bandara Soekarno Hatta. ©2016 merdeka.com/mitra ramadhan

Balikpapan - Beberapa bulan ini masyarakat mengeluh prihal kebijakan adanya pelarangan terhadap mobil pribadi yang beraktifitas antar-jemput penumpang oleh pihak Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) di Balikpapan.

Terkait penertiban kendaran angkutan penumpang di kawasan dalam bandara SAMS. Razia penertiban, dilakukan petugas keamanan bandara dan aparat keamanan yang bertugas di sana. Sopir angkutan penumpang berpelat hitam mengeluh, bukan saja berkurangnya penghasilan mereka, tapi ketidak adilan yang didapat akibat perseteruan dengan layanan transportasi resmi Bandara. 

Baca juga : Sikap arogansi mencuat, bandara SAMS akan dikepung 1000 mobil

Para sopir mendapat intimidasi, dilarang parkir, tidak boleh menjemput penumpang, menjemput keluarga bahkan ada beberapa mobil ditahan pihak keamanan bandara. Aturan yang diterapkan Angkasa Pura merugikan banyak pihak. Penumpang harus mengeluarkan biaya transportasi lebih jika ingin keluar dari bandara, untuk menuju mobil carteran. 

Pihak bandara menegaskan angkutan resmi adalah Kokapura, serta koperasi dari AURI, termasuk Kangguru. Penumpang yang membawa banyak barang dan memiliki anak kecil dengan terpaksa harus mengeluarkan biaya tambahan. Bagi yang tidak memiliki cukup uang mereka memilih berjalan kaki dan harus bolak balik mengangkat barang bawaan. 

Pengguna mobil pribadipun terkena imbas dari kebijakan tersebut, harus menunjukan indentitas jika menjemput keluarga. Bandara merupakan pasilitas umum yang di bangun oleh negara untuk memenuhi salah satu kebutuhan transportasi masyarakat. 

Siapa saja berhak menggunakan pasilitas ini, termasuk semua pasilitas di area bandara yang diperuntukan untuk umum antaranya area parkir. 

Faktanya bandara yang seharusnya bisa menjadikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan diklaim bisa mensejahterakan warga, justru menuai permasalahan. 

Akibat dari semua ini para sopir angkutan mengancam akan melakukan demo di Balikapan, namun hal ini dapat teratasi, setelah dilakukannya dialog dengan muspida di kota Balikpapan dan perwakilan pengemudi yang tergabung dalam Aliansi Jasa Transportasi Darat (Alstar Kaltim ). 

Baca juga : Angkasa pura hentikan sweping di bandara, Alstar batal gelar aksi

Semua ini bersumber dari sistem yang bermasalah, kegagalan sistem ekonomi kapitalis dalam mensejahterakan rakyat.  Dalam Islam telah mengajarkan kita bagaimana membangun tatanan kehidupan yang sesuai dengan syariah, dalam bermuamalah. Syariat Islamlah pedoman hidup satu-satunya dan hukum yang terbaik bagi seluruh makhluk-Nya.  

Kiriman naskah,

Ditulis oleh Widiatuty ( Anggota Revowriter )