Share ke media
Politik

Tak Kunjung Kelar, KEK Maloy Dianggap Sebagai Pembangunan Yang Sia-Sia

16 Jun 2020 07:27:29157 Dibaca
No Photo
Ketua Komisi III, Hasanudin Masud

SAMARINDA - Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Hasanudin Masud menilai proyek prestisius Pemprov Kaltim, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Trans Kalimantan, sebagai pembangunan yang sia-sia.

Pada pembangunan untuk jalur transportasi laut, politisi Partai Golkar ini mengatakan, dalam pembangunanya telah menelan anggaran yang cukup besar. Dari kepemimpinan Gubernur Awang Faroek, KEK Maloy ini belum terlihat juga hasilnya.

“Menurut saya itu projek yang tidak strategis, hanya menhaburkan uang daerah saja dan itu semuanya APBD”ungkapnya dikonfirmasi beberapa waktu lalu, di Gedung D, lantai 6 DPRD Kaltim.

Selain karena jarak, dirinya menilai letaknya berada di perairan terbuka. Hal itu menyulitkan kapal menuju ke pelabuhan. Belum lagi masih ada ratusan kilo meter jalan yang harus diinvestasikan.

“Terus siapa yang mau pake karena bagian utara itu sisi pelabuhan sedikit,”jelasnya.

Dirinya membandingkan dengan PT. Kaltim Kariangau Terminal (KKT) di Balikpapan, menurutnya dari jaangkauam itu dekat dengan Sulawesi dan Pulau Jawa. Bahkan kata dia, KKP itu sebagai primadona sehingga banyak yang mau berinvestasi disana.

“Kalau KKP bisa APBN, investor dari luar juga mau, karena itu strategis. Makanya saya bilang investasi ke Maloy itu dihentikan saja,”urai Hasan.

Olehnya itu dirinya menyarankan agar mencari alternatif lain (pelabuhan lain) sebagai wilayah pelabuhan khusus yang sifatnya ekonomis.

 

(Jr/*)