Share ke media
Pendidikan

21 Desa Jadi Target Peningkatan PAUD dan Pencegahan Stunting

07 Nov 2021 02:00:0017 Dibaca
No Photo
Bunda PAUD Kutai Kartanegara (Kukar) Maslianawati Edi Damansyah

TENGGARONG – Bunda PAUD Kutai Kartanegara (Kukar) Maslianawati Edi Damansyah memiliki kepedulian yang luar biasa terhadap perkembangan pendidikan anak usia dini dan pencegahan stunting. Hal ini ditunjukkan dengan melakukan pendampingan pendidikan keluarga di lokasi-lokasi terjadinya stunting di seluruh wilayah Kukar.


Kali ini yang menjadi sasaran kegiatannya di Desa Jembayan Dalam Kecamatan Loa Kulu, Jumat (5/11/2021). Desa Jembayan Dalam merupakan desa ke 5 dari 21 desa yang telah disasar bunda PAUD Kukar.


Didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdibud) Hj. Maria Ester, Bunda PAUD Maslianawati Edi Damansyah membuka sosialisasi Pendampingan Pendidikan Keluarga yang diikuti para guru dan kepala sekolah dari Desa Rempanga, Desa Jembayan dan Desa Jembayan Dalam, karena ketiga desa itu merupakan locus stunting di Kecamatan Loa Kulu.


Bunda PAUD Maslianawati mengatakan untuk mengatasi stunting tidak bisa dilakukan sendiri harus bersinergi dan berkolaborasi dengan OPD yang lain, karena ini menyangkut tumbuh kembangnya fisik anak.


“Jadi untuk pencegahan stunting harus melibatkan unsur yang lain, antara lain dinas kesehatan, karena mereka yang tau asupan gizi keluarga tersebut,” katanya.


Diungkapkan nya tumbuh kembang anak baik secara fisik maupun karakter tidak lepas dari peran orang tua dalam memberikan pendidikan, oleh karena itu sebagai bunda PAUD dirinya tidak lelah lelahnya untuk memberikan pendampingan.


“Untuk itulah kegiatan pendampingan ini kita adakan, karena pembentukan karakter anak itu harus kita bentuk sejak dini dan peranan keluarga sangat menentukan dalam pembentukan dan perkembangan karakter anak – anak kita,” ungkapnya.


Lebih lanjut Maslianawati menerangkan pentingnya pendidikan keluarga sebagai persiapan anak dalam menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya,  sebagai pembina perilaku, dan sebagai wadah dimana sifat anak-anak terbentuk pertama kali.


“Disinilah peran keluarga sangat diperlukan, baik buruknya karakter anak akan ditentukan akan ditentukan disini,” tegasnya.


Senada dengan bunda PAUD, Sekretaris Disdikbud Hj. Maria Ester menekankan pentingnya pendidikan keluarga sejak dini, dan peranan para pengajar di tingkat PAUD yang juga tidak bisa dikesampingkan.


Ia berharap para peserta sosialisasi agar dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga materi yang diberikan dapat ditransfer melalui pendekatan-pendekatan kepada masyarakat,  karena masyarakat juga perlu diberi edukasi.


“Dan sudah kita ketahui sasaran kita itu terutama anak-anak usia 0 sampai 6 tahun, karena didalamnya ada usia emas dari sinilah karakter anak dibentuk, disinilah peran ibu-ibu saya harapkan,” harapnya. (adv)