Share ke media
Hukum

Diduga Menggunakan Ijasah Palsu, Seorang Anggota DPRD Dilaporkan Kepolisi.

04 Nov 2020 03:00:061568 Dibaca
No Photo
Ilustrasi : Ijasah Sarjana (S-1) dari sebuah Universitas di Makassar, Sulsel yang diduga "palsu"

Tarakan – Seorang Anggota DPRD Kota Tarakan berinisial MY dilaporkan ke Polres Tarakan sekitar Juli 2020 lalu, atas dugaan menggunakan ijasah palsu atau Pasal 263 KUHP : “Dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati dan/atau seolah-olah benar dan tidak dipalsu” .

   Ijasah yang diduga palsu dan seolah-olah asli tersebut diterbitkan oleh sebuah Universitas di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, bertanggal, 26 Agustus 2010 atas nama MY, NIM : D110851440; No. Ijasah: UV-D.11.00732.10, jenjang Pendidikan Starata 1 (S-1) Fakultas Ekonomi, Prodi: Manajemen, ditanda tangani oleh Rektor: Drs. Baso Amran amir, M.Si;  Dekan: Muhammad Garda P., SE., M.Si.

  Polres Tarakan melalui Plt. Kasat Reskrim Iptu Muhammad Aldi, K.A,S.T.K., S.I.K. ketika dikonfirmasi DigitalNews.id melalui sambungan seluller, membenarkan bahwa pihaknya sedang menangani kasus dugaan penggunaan ijasah palsu dengan terduga terlapor Anggota DPRD Kota Tarakan dengan status penyelidikan. “Benar kami sedang menangani kasus tersebut (Red: dugaan penggunaan ijasah palsu oleh terduga Anggota DPRD Kota Tarakan), saat ini masih penyelidikan” ujar Iptu Muhammad Aldi – singkat menutup pembicaraan. 

   Secara terpisah DR selaku pelapor saat diminta komentarnya, menyatakan bahwa benar pihaknya ada menyampaikan laporan pengaduan (Lapdu) kepada Polres Tarakan, atas  penggunaan ijasah yang diduga palsu  oleh seorang yang kini duduk sebagai Anggota DPRD Kota Tarakan periode: 2019 – 2024 berinisial MY dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tarakan Timur berasal dari Partai NasDem.

    “Ya benar mas, kami ada membuat Lapdu (Red : laporan pengaduan) atas dugaan penggunaan ijasah yang diduga palsu sebagaimana dimaksud oleh seseorang yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Kota Tarakan Periode 2019-2024 bernama MY (Inisial Red) dari Dapil Tarakan Timur berasal dari Partai NasDem.” Ujar DR.

   “sebelum menyampaikan Lapdu tersebut, kami telah melakukan investigasi, Pulbaket (Red: pengumpulan bukti, informasi/Keterangan) dan konfirmasi keberbagai pihak, termasuk Pihak Kemendikti dan Kopertis IX Makassar, sehingga dengan bukti dan petunjuk yang ada, patut diduga terjadi perbuatan secara melawan hukum sebagaimana dimaksud Pasal 263 KUHP : “Dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati dan/atau seolah-olah benar dan tidak dipalsu” kata DR mengakhiri konfirmasinya.

     Pengurus DPD Partai NasDem Kota Tarakan Mustain, yang dihubungi DigitalNews.id melalui Telpon selullernya, mengaku samasekali tidak mengetahui perihal Anggota DPRD Kota Tarakan berinisial MY dari NasDem yang sekarang tengah berurusan dengan Pihak Polres Tarakan. “Waduh pak, saya samasekali tidak mengetahui hal tersebut (Red : dugaan penggunaan ijasah palsu oleh terduga Anggota DPRD Kota Tarakan dari Partai NasDem berinisial MY), soalnya yang bersangkutan (Red: MY) tidak pernah berbicara soal tersebut, jadi sekali lagi saya samasekali tidak tau Pak” ujar Mustain menutup pembicaraan.

      Sementara secara terpisah MY yang dihubungi DigitalNews melalui ponselnya tidak memberikan respon, baik melalui pesan singkat (SMS) maupun menjawab panggilan, baru pada ini (Red:  rabu, 04/10/2020) Wartawan media ini mendapat respone yang sangat singkat 1 menit 19 detik dari MY yang menyatakan singkat “Maaf Pak, saya sedang sibuk, nanti saya hubungi kembali” namun sampai berita ini kami terbitkan, MY tidak bisa dikonfirmasi. 

Red/dr