Share ke media
Populer

Perdana Bulan Maret, Kaltim Sudah Bisa Ekspor Hasil Komoditas Melalui Pelabuhan Peti Kemas

03 Mar 2020 11:09:09582 Dibaca
No Photo
Jajaran PT KKT Saat Bertemu Gubernur Kaltim Isran Noor (Dasi Merah) (Foto:istimewa)

SAMARINDA| Upaya untuk memangkas biaya distribusi komoditas ekspor menjadi perhatian bagi PT. Kaltim Kariangau Terminal (KKT). Setidaknya ada 74 komoditas ekspor di Kaltim dalam pengiriman harus melalui pelabuhan Perak, Surabaya dan Soekarno Hatta, Makasar untuk Direct Call.

Hal itu dirasa menjadi beban cost bagi para pelaku ekspor. Guna untuk mengurai itu, PT KKT telah menyiapkan rencana eksport melalui jalur air sendiri. Rencananya ekspor perdananya akan dimulai dari tanggal 23 Maret mendatang.

“Pada tanggal 22 maret 2020 yang akan datang sebagai program Direct Call Internasional melalui kapal angkutan peti kemas (Maersk line),” urai Zainal Haq Komisaris PT KKT, saat ditemui di kantornya jalan juanda 7b, Samarinda.

Hal itu juga dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan dan memperlancar  perputaran ekonomi Kalimantan Timur disektor pelabuhan.

Bahkan kata Zainal Haq, jajaran komisaris dan direksi PT. KKT telah menghadap ke Gubernur Kaltim, Isran Nor dalam rangka meminta kesedian Gubernur Kaltim untuk melepaskan kapal perdana yang akan membawa hasil ekspor kalimantan timur melalui KKT.

Selain itu juga Zainal menjelaskan, Sejak dibuka nantinya sampai satu tahun kedepan sudah lengkap dengan jadwal untuk melakukan ekspor.

Dengan dimulai ekspor dari PT. KKT ini dinilai akan menguntungkan pelaku ekspor, bahkan ia menyebutkan kedepanya akan mempengaruhi juga Penghasilan Asli Daerah.

“Dinas Perindustrian perdagangan dan koperasi (Disperindakop) dan Biro ekonomi pemprov sudah kita ajak rapat dan mereka menyambut dengan antusias serta kegembiraan karena ini sangat mendukung pertumbuhan ekonomi kalimantan timur kedepan,”urainya.

Dirinya mencontohkan, komoditas pisang produk Kaltim misalnya, selama ini diekspor keluar negeri melalui pelabuhan perak. Hal itu dinilai akan menambah beban angkut dari Kaltim ke Jawa.


“Itu tentu memiliki ongkos angkut yang tidak sedikit dan itu mempengaruhi harga pembelian kepada petani. Dengan ekspor nya cukup melalui KKT kan tidak perlu lagi ada biaya distribusi atau pengakuntan sampai keluar daerah dan kalau sudah seperti itu harga distribusi tadi bisa dinaikan kepada petani pisang tadi, selain itu Ekspor melalui KKT dapat memperpendek jarak karena langsung menuju ALKI II” bebernya.

Lebih lanjut Zainal Haq mengatakan Kapasitas kapal untuk melakukan ekspor perdana yakni bisa mengangkut sekitar 5000 kontainer. Hal itu dirinya ungkapkan berdasarkan laporan yang diterima dari Direktur PT KKT.

“Inshaallah kapal ini akan mengangkut sekitar 5000 kontainer cuma saya tidak mengetahui apakah 5000 kontainer itu semua komoditas ekspor kita atau dari daerah lain cuma semua diangkut melalui KKT mulai tanggal 22 maret 2020, sekaligus mewujudkan program provinsi kalimantan timur dalam RPJMD nya bahwa Kaltim harus bisa Direct Call,” jelasnya.

Terkait tantangan kedepan, Zainal Haq menjelaskan perlu adanya perluasan area pelabuhan KKT baik penambahan crane, perluasan dermaga hingga ruang penumpukan.


“Kalau kendala, saya pikir untuk pengembangan karena saya yakin pertumbuhan jumlah mata ekspor baik kuantitas maupun kualitas semakin bertambah sementara kapasitas pelabuhan kita seperti itu jadi tantangan kedepan bagaimana pelabuhan kita ini diperluas baik penambahan crane maupun dermaga dan juga ruang penumpukan sehingga kapasitas semakin besar, karena kapasitas sekarang terbatas hanya 200.000 teus,” tutup Zainal Haq.

(hr)