Share ke media
Pendidikan

Mengaku dari Ormas Kedaerahan, Memaksa masuk ruang senat tertutup Pemilihan Rektor Unmul, Ricuh, akhirnya menemui jalan buntu

10 Jul 2018 05:00:093300 Dibaca
No Photo
Suasana Ricuh, adanya oknum ormas kedarehan yang memaksa masuk dalam ruang rapat senat Tertutup

DigitalNews.id - Samarinda - Tak kunjung usai, Mediasi bersama perwakilan Kemenristeg-Dikti. dengan panitia pelaksana pemilihan Rektor Unmul bersama kubu salah satu Bakal calon Rektor Unmul Asnar, nampaknya tidak membuahkan hasil. Meskipun Internal Senat Universitas yang berada diruang rapat lantai 3 Rektorat, (tempat penyampaian Visi misi Setelah perubahan tempat) sempat melanjutkan rapat Senat tertutup pemilihan 3 nama yang akan diputuskan sebagai calon Rektor. 

Terlihat keributan terus berlangsung dalam ruang rapat senat tertutup yang hanya bisa diakses anggota Senat. Tampak salah seorang membawa papan perhitungan Suara kedalam ruang rapat bersama anggota Senat. Tidak berselang lama, terlihat beberapa orang (diduga dari kubu Asnar) memaksa masuk kedalam ruang tertutup yang hanya  khusus di hadiri anggota Senat. 

Baca juga : Marwah Intelektual tercoreng, Pemilihan Rektor Unmul, Ricuh, Sidang Deadlock

Sempat terjadi adu mulut dengan pihak keamaan kampus dan panitia, bahkan terjadi aksi saling dorong akhirnya mereka berhasil mendobrak masuk ruangan pemilihan.  Dalam pantauan media ini terlihat Asnar sudah berada di dalam ruangan didampingi beberapa orang yang mengaku perwakilan dari salah satu Ormas kedaerahan meminta pelaksanaan pemilihan Rektor agar ditunda. “Saya minta proses pemilihan untuk ditunda,” teriak Asnar disambut sorak dari seluruh anggota Senat. 

Baca Juga : Rapat senat pemilihan Rektor Unmul, diwarnai keributan

Didalam ruangan terlihat Asnar terus memaksa agar dihentikan pelaksanaan pemilihan, dirinya mengangap mekanisme tahapan pemilihan sudah menyalahi aturan. “Ini kalau memang rapat harus terbuka, kenapa dilaksanakan tertutup,” teriakanya lebih lanjut.

Tidak hanya itu bahkan Asnar menyebutkan bahwa ada salah satu senat yang memaksa dia untuk mundur dari pencalonan, kendatipun dirinya enggan menyebutkan siapa anggota Senat itu.

Adu mulut pihak panitia dan kubu Asnar dan anggota senat terus berlanjut, hingga seorang Anggota Senat meminta agar diluar dari anggota Senat untuk keluar dari ruangan karena tidak befkepentingan dalam rapat Senat tertutup. 

Bahkan Senat lain, yang diketahui bernama Sri Wahyuningsi selaku anggota Senat F-Mipa ikut bersuara, dirinya mengaku bahwa sebagai putra daerah asal Kutai meskipun belajarnya bukan di Kaltim, tetapi dirinya menghargai proses yang dilakukan dengan Cara elegan. “Saya ini juga orang Kutai, tetapi menurut Saya Ada Cara Cara yang elegan Dan lebih pantas dari cara Cara seperti ini,” ungkapnya sambil memotong perdebatan yang terjadi. 

Hal itu disebutkanya tidak lain, karena salah satu aspirasi yang disampaikan kubu Asnar agar putra daerah Kaltim diperhitungkan dalam pemilihan Rektor. Tidak berselang lama aparat Kepolisian masuk kedalam dan memaksa pihak lain diluar anggota Senat untuk keluar, Hingga berita ini turun negosiasi masih berlanjut  (*Red/JR/dr)