Share ke media
Populer

“Restu Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Untuk Satria Lakipadada”

09 Jun 2021 05:28:3256 Dibaca
No Photo

Samarinda - Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang diwakili oleh H. Adji Pangeran Haryo Kusumo (APHK) dan Sekertaris Kesultanan H. Awang Yacoub Luthman menghadiri serta sekaligus melantik pengurus pusat Satria Lakipadada Provinsi Kalimantan Timur periode 2020 - 2025, hari Sabtu kemarin di Ball Room hotel Senyiur Samarinda.

Sejak berdirinya organisasi ini pada tahun 2007 baru saat ini merasakan kebahagiaan yang luar biasa bagi warga Sulawesi Selatan yang berdomisili di Kalimantan Timur karena telah resmi di kukuhkan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing martadipura.

“Kita Sultan atau Raja pada saat itu tidak boleh menyebut suku Bugis, tapi menyebutnya keluarga Bugis, jadi akulturasinya itu pada saat raja yang ke 15 Sultan Aji Sinomandapa. Pada saat itu, Sultan Kutai kedatangan tamu dari masyarakat Wajo, bernama Lama’du Kelleng. Kedatangan Lama’du Kelleng kepada Raja Kutai terkait pemberian sebidang tanah. Kini dikenal sebagai kawasan Mangkupalas, beliau bersama ipar beliau bernama Datuk Daeng Mangkona, sekarang disebut Datuk Mangkupalas,” disebutnya dalam menjelaskan singkat cerita akulturasi masyarakat Bugis dan Kutai.

Ia meyakinkan bahwa peranan Satria Lakipadada pada Kesultanan Kutai Karta Negara, akan semakin kuat dengan adanya bentuk sinergitas himpunan yang mampu menjadi penguat sejarah masyarakat Kalimatan Timur, yang diketahui masyarakat luas.

“Ini adalah moment pemersatu seluruh sektoral, dimulai oleh Lakipadada, meletakkan Kesultanan Kutai Kartanegara menjadi bagian dari histori pada masa lalu, hingga masa depan.”

Maka bisa dibayangkan, kalau ada sinergitas keluarga Bugis dengan keluarga Kutai dengan keberadaan Satria Lakipadada, maka saya yakin pembangunan IKN semakin kuat.” Ucap Awang Yacoub.

Menurutnya, sejarah juga menyebutkan Samarenda Ibu Kota yang benar adalah Mangkupalas, Samarinda Seberang, bukan sekarang ini. Karena sekarang sudah terjadi proses pengembangan di kota Samarinda, mengembalikan Kota Mangkupalas sebagai Samarinda yang sebenarnya, itu sama saja meninggikan sejarah,” Jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proses perluasan wilayah (DOB) tersebut dapat meningkatkan atau meratakan pembangunan yang baik untuk wilayah Kutai Kartanegara, dengan keyakinan dan harapan bahwa kota Sanga-sanga dan Anggana dapat semakin meningkatkan perekonomian ataupun membangunan yang ada.

“Saat ini proses perluasan di Kutai punya lahan sampai ke Sanga-sanga, kita punya lahan sampai Anggana, dan tidak menutup kemungkinan itu menjadi bagian dari DOB. Saya yakin kalau ada 2 (dua), daerah pengembangan kota, saya yakin di daerah kami juga yang di Sanga-sanga maupun di Anggana itu, dengan cepat bisa meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, terpilihnya Ketua Umum Punggawa Lompo Lakipadada Kaltim, H. Jafar Abdul Gaffar, S.Sos.,MH dalam sambutannya pada pelantikan kepengurusan Satria Lakipadada baru, periode 2020-2025 Ia mengatakan bahwa organisasi yang telah berdiri selama 14 tahun tersebut telah menjadi pemersatu masyarakat Sulawesi Selatan di Kalimantan Timur, dengan harapan dapat membangun sinergi yang baik untuk pembangunan IKN kedepan.

“Organisasi Lakipadada ini sifatnya sebagai pemersatu, dan harus membangun komunikasi yang baik di tengah masyarakat maupun sesama organisasi lainnya,” Jelas Gaffar.

Menurut H. Gaffar, “sebagai warga asal Sulsel yang sudah menjadi warga di Kalimantan Timur ini termasuk Lakipadada, akan berusaha berkontribusi untuk IKN, agar tidak menjadi penonton. Namun harus mempersiapkan diri jadi bagian dari Ibu Kota.”

Gaffar mengatakan bahwa “saat ini, sedang berlangsung kajian akdemisi, ditiga Kabupaten/Kota menjadi perbandingan wilayah pemekaran Ibu Kota Negara yang baru.”

“Saat ini ditiga Kabupaten/Kota menjadi perbandingan sekitarnya itu, yang di evaluasi adalah Balikpapan, Bontang sama Tarakan dan sudah termasuk dalam percepatan pemekaran wilayah” ucap Gaffar.

Gaffar selaku Ketua Satria Lakipadada mengatakan, bahwa Satria Lakipadada diharapkan mampu membangun masyarakat serta tersebar disetiap Kabupaten/Kota, agar bisa memperluas jaringan dan memberikan sinergi yang baik. Khususnya untuk masyarakat Kalimantan Timur.

Ia juga mengatakan kedepannya, masyarakat yang memiliki kewenangan atau kompeten di pemerintah dapat bekerjasama untuk membangun masyarakat Kaltim.

Kekuatan kebersamaan ini harus lebih diperkuat lagi, salah satunya pembentukan Satria Lakipadada di tiap Kabupaten/Kota. Karena ini bagian dari tujuannya, sebagai pemersatu untuk membangun Kalimantan Timur lebih baik.

“Gambarannya untuk kedepan, kita ingin semua masyarakat yang punya kompeten dan paling tidak pemerintah dalam hal ini, bisa merangkul, menerima, mengajak dan memberi masukan informasi yang lebih baik.”

Salah satu pengurus pusat Satria Lakipadada Bid. Hubungan Antar Lembaga Solichin Natsir akrabnya disapa bang ocha, “sejatinya Organisasi Satria Lakipadada ini sifatnya sebagai pemersatu dan akan menjalin komunikasi yang harmonis, berkoordinasi dengan semua organisasi yang ada di Kalimantan Timur untuk bersama-sama membangun Kaimantan Timur yang kita cintai,” tutupnya. (red/by).