Share ke media
Populer

Hilang Saat Dititipkan di Paud, Balita Berusia Empat Tahun Belum Ditemukan

25 Nov 2019 10:00:46120 Dibaca
No Photo
gambar Balita baru berusia empat tahun itu bernama Yusuf Ahmad Gazali. (sumber Gambar, hasil screenshot dari laman facebook)

SAMARINDA- Belakangan warga Samarinda dihebohkan dengan kejadian hilangnya seorang balita ditempat penitipan anak di sebuah yayasan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Diketahui balita itu bernama Yusuf Ahmad Gazali, balita baru berusia empat tahun.

Dikabarkan anak itu hilang pada Jum’at (22/11/2019) sore, hingga saat ini masih belum bisa ditemukan. Pihak orang tua pun sudah melaporkan hal ini kepada kepolisian sektor Samarinda Ulu.

Balita berumur empat tahun ini hilang saat dititipkan di Paud Jannatul Athfaal Yayasan Jannatul Athfaal, Jalan AW Syahranie, RT 12, Blok Mawar, No 11, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu. 

Balita dari pasangan Bambang Sulistiyo (37) dan Melisari (30) warga Jalan Perum Ratindo 7, Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Air Putih, Samarinda Ulu, sejak tanggal 11 November lalu.

Mendengar itu, Meli orang tua dari anak itu mendadak lemas dan langsung meninggalkan pekerjaannya menuju Paud Jannatul Athfaal. 

Disebutnya, Anaknya itu memang mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya, sehingga kedua orang tua Yusuf sepakat menitipkan dan menyekolahkan di PAUD tersebut.

“Saya dikabari anak saya hilang, anak saya susah berbicara, jadi saya sekolahkan disana,” jelasnya singkat (25/11/2019).

Berbagai dugaan muncul saat Yusuf dikabarkan menghilang, mulai dari penculikan hingga terjatuh di parit akibat dari kelalaian pengasuh saat mengawasinya. 

Sejumlah relawan juga sempat terlihat memadati jalan AW Syahranie Jum’at malam dan berlanjut hingga saat ini mencari keberadaan Yusuf. Dirasa tak membuahkan hasil, pihak orang tua lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Samarinda Ulu.

Ayah balita malang tersebut, Bambang juga menjelaskan, saat kejadian ada dua pengasuh yang menjaga tujuh anak termasuk Yusuf, satu pengasuh sedang pergi ke toilet sedangkan satu lainnya membuat susu untuk anak-anak. Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai ojek daring (online) tersebut merasa dirugikan pihak yayasan dan oknum yang memanfaatkan momen atas kejadian yang menimpanya.

“Saya mendapatkan rekomendasi dari teman soal yayasan itu, anaknya dari tidak bisa bicara sampai bisa,” ucapnya.

“Beberapa ada yang kasih kabar tapi kabarnya nggak benar, tolong lah jangan malah memanfaatkan, ini masalah nyawa anak saya,” tambahnya lagi.

Pihak Kepolisian saat dikonfirmasi terkait hilangnya balita empat tahun ini, Kapolsek Samarinda Ulu melaui Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait hilangnya balita 4 tahun itu, termasuk memanggil empat saksi yaitu dua pengasuh, kepala PAUD dan warga sekitar tempat kejadia perkara (TKP).

“Kami masih selidiki dan belum bisa kami pastikan anak ini diculik, fokus ke pencarian dulu. Sudah ada 4 saksi yang dimintai keterangan dan kami masih lakukan pendalaman lagi,” tutupnya. (Ar/*)