Share ke media
Wisata

Kemana Arah Pariwisata di Samarinda (2)

13 Mar 2018 08:00:0258 Dibaca
No Photo
Kemana Arah Pariwisata di Samarinda (2)

I Wayan Lanang menakar pariwisata Kota Tepian lewat terori dan fakta. Berikut kutipan wawancara bagian kedua Klik Samarinda (Klik Group) dengan dosen sekaligus Ketua Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Samarinda tersebut;

Hotel di Samarinda boleh dibilang cukup banyak, sebagian boleh disebut representatif. Tapi bagaimana bagaimana pendapat Anda tentang infrastruktur pendukung lain di Samarinda jika kita bicara tentang pengelolaan wisata? Apakah sudah cukup baik atau bahkan kurang?

Kalau mau berbicara tentang Samarinda sebagai daerah tujuan wisatawan atau dalam terminologi kepariwisataan disebut dengan destinasi pariwisata, maka ada empat hal pokok yang harus dimiliki. Yakni Attraction, Accesibilities, Amenities, dan Ancillary Services. Hotel bisa dikategorikan sebagai Amenities tadi.

Namun sebelum membicarakan hotel, kita harus melihat kembali dua hal sebelumnya yaitu Attraction—yang saya sebutkan tadi—yang benar-benar merupakan keunikan terbesar yang dimiliki Samarinda dan sulit dicari bandingannya di tempat lain. Sedangkan yang kedua adalah Accesibilities, yaitu bagaimana mencapai Samarinda dari target wisatawan potensial yang akan kita sasar.

Kembali lagi, dengan mengetahui siapa yang kira-kira pasar potensial bagi pariwisata Samarinda, harus kita sediakan cara yang semudah-mudahnya agar mereka dapat mencapai samarinda. Barulah setelah berada di Samarinda bisa kita suguhkan dengan ciri khas pelayanan yang bisa disuguhkan oleh hotel-hotel yang ada di Samarinda.

Pada akhirnya, ketika seseorang sudah memperoleh pelayanan yang unik selama berada di Samarinda, tentu saja akan ada kesan yang baik tentang Kota Samarinda sebagai destinasi wisata.

Nah, kalau sudah begitu, mereka akan selalu membicarakan pengalaman mereka ketika berada di Samarinda kepada keluarga, teman, kerabat, dan lain sebagainya ketika sudah kembali ke daerah asal. Jadi, kita tidak bisa hanya mengandalkan jumlah hotel—representatif dan tidak representatif—sebagai salahsatu indikator utama dalam perkembangan pariwisata.

Ada banyak item pariwisata yang bisa digarap. Menurut Anda, wisata seperti apa yang cocok dikembangkan di Samarinda?

Saya berpendapat, karakteristik Samarinda yang pesat perkembangannya adalah budaya urban. Hal ini ditandai dengan banyaknya tempat-tempat yang menjadi simbol-simbol perkembangan kota diantaranya kafe-kafe, taman kota, ruang terbuka yang dimanfaatkan oleh komunitas untuk berkumpul dan berekspresi.

Karakteristik seperti ini mesti diberikan ruang sehingga kreativitas akan bermunculan. Pemerintah semestinya jeli melihat kreativitas anak muda ini sebagai suatu atraksi yang kemudian dikembangkan sebagai bagian dari agenda festival yang sebaiknya diadakan beberapa kali dalam setahun.

Namun disisi lain, kita melihat sejarah berdirinya Samarinda serta lokasi-lokasi bersejarah tersebut mesti diidentifikasi lebih lanjut, sehingga napak tilas itu dapat diagendakan sebagai festival pariwisata Samarinda.

Selain itu, Samarinda yang dilalui Sungai Mahakam juga merupakan potensi yang sangat besar sebagai lokasi yang dapat diatata untuk dijadikan daya tarik wisata. Yang diperlukan adalah kreativitas dan komitmen semua pihak untuk menjaga kawasan ini tertata dengan baik.

Salahsatu hal yang menjadi daya tarik bagi wisatawan terhadap suatu daerah adalah landmark atau perkembangan arsitektur di wilayah tersebut. Kalau kita bicara landmark di Samarinda, sudah barang tentu orang akan kagum melihat kemegahan Islamic Center.

Selain itu, kota ini pernah mendapatkan penghargaan atas arsitektur jaring laba-laba Citra Niaga, yang sayangnya tidak dijaga dengan baik. Itu sebenarnya menurut saya sebuah kekuatan yang bisa diandalkan Samarinda yang memiliki budaya urban. (*)